02355 2200253 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020001800100082000800118084001600126100001900142245001900161260003400180300002100214650003700235700003400272700003100306520086200337990002001199990002001219500086201239INLIS00000000000217220191021014710 a0010-1019000209ta191021 j f ind  a9786023853366 a823 aS 823 HAW i1 aHawkins, Paula1 aInto The Water aJakarta :bNoura Books,c2017 a480 hlm ;c22 cm aFiksi Inggris (Bahasa Indonesia)0 aInggrid Nimpoeno (penerjemah)0 aYuli Pritania (penyunting) auang itu indah. Penampilan yang menipu, karena sebenarnya, itu adalah tempat paling mematikan di seluruh penjuru kota. Airnya yang gelap dan dingin menyembunyikan apa yang ada di bawahnya. Salah satu sudutnya, dikelilingi tebing batu tinggi yang menggodamu melongok ke tepi, selama berabad-abad telah merenggut banyak nyawa. Semuanya perempuan. Kebanyakan tidak bernama, tidak berwajah. Sungai itu memikat mereka yang tidak beruntung, yang putus asa, yang tidak bahagia, yang tersesat, agar datang ke sana. Mereka menyebutnya kolam penenggelaman. Kini sungai itu kembali menelan korban: Nel Abbott, wanita yang bertekad untuk menyingkap rahasia sungai itu dan menuliskan kisah-kisahnya. Kali ini, semua orang mendapat kesempatan untuk mencari tahu penyebabnya, alasannya: kenapa dan bagaimana? Apakah dia jatuh? Apakah dia bunuh diri? Apakah dia... dibunuh? aS/02703/1/02703 aS/02733/1/02733 auang itu indah. Penampilan yang menipu, karena sebenarnya, itu adalah tempat paling mematikan di seluruh penjuru kota. Airnya yang gelap dan dingin menyembunyikan apa yang ada di bawahnya. Salah satu sudutnya, dikelilingi tebing batu tinggi yang menggodamu melongok ke tepi, selama berabad-abad telah merenggut banyak nyawa. Semuanya perempuan. Kebanyakan tidak bernama, tidak berwajah. Sungai itu memikat mereka yang tidak beruntung, yang putus asa, yang tidak bahagia, yang tersesat, agar datang ke sana. Mereka menyebutnya kolam penenggelaman. Kini sungai itu kembali menelan korban: Nel Abbott, wanita yang bertekad untuk menyingkap rahasia sungai itu dan menuliskan kisah-kisahnya. Kali ini, semua orang mendapat kesempatan untuk mencari tahu penyebabnya, alasannya: kenapa dan bagaimana? Apakah dia jatuh? Apakah dia bunuh diri? Apakah dia... dibunuh?