01859 2200265 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020001800100082001400118084002200132100001800154245006800172250001000240260004600250300002400296650001000320650002100330650002000351505059100371990002000962990002000982500059101002INLIS00000000000282820210803094513 a0010-0821000023ta210803 g 1 ind  a9786022204022 a899.221 3 aS 899.221 3 KHA h1 aKhairen, J.S.1 aHal yang tak kau bawa pergi saat meninggalkanku /cJ.S. Khairen aCet.1 aJakarta :bPT Bukune Kreatif Cipta,c2021 avi+298 hlm ;c20 cm 4aNovel 4aSastra Indonesia 4aFiksi Indonesia aDaftar Hal yang Tak Kau Bawa Pergi Saat Meninggalkanku: No. 119: Aroma parfum di kerah baju. Aromanya hinggap tak sampai satu detik, lenyapnya butuh waktu seumur hidup. No. 071: Kantong berisi tumpukan karcis bioskop. “Biar jadi kenang-kenangan.” No. 029: Hasil foto-foto di photo box. No. 015: Fotokopian catatan statistika lanjutan. Gara-gara kamu aku ngulang mulu, nih! Dasar tak tahu diuntung! No. 009: Harapan melihat sepatumu terhenti di pintu rumah. Kau masuk dan menyalami kedua orang tuaku lalu “Om, Tante, bolehkah aku memanggilmu Papa dan Mama?” aS/03992/1/03992 aS/03991/1/03991 aDaftar Hal yang Tak Kau Bawa Pergi Saat Meninggalkanku: No. 119: Aroma parfum di kerah baju. Aromanya hinggap tak sampai satu detik, lenyapnya butuh waktu seumur hidup. No. 071: Kantong berisi tumpukan karcis bioskop. “Biar jadi kenang-kenangan.” No. 029: Hasil foto-foto di photo box. No. 015: Fotokopian catatan statistika lanjutan. Gara-gara kamu aku ngulang mulu, nih! Dasar tak tahu diuntung! No. 009: Harapan melihat sepatumu terhenti di pintu rumah. Kau masuk dan menyalami kedua orang tuaku lalu “Om, Tante, bolehkah aku memanggilmu Papa dan Mama?”