02000 2200265 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020001800100082001400118084002200132100001500154245001300169250001000182260004800192300002100240650001000261650002100271650002000292520069100312990002001003990002001023500069101043INLIS00000000000291220210811094625 a0010-0821000107ta210811 d f ind  a9786020652252 a899.221 3 aS 899.221 3 LIY s1 aLiye, Tere1 aSi Putih aCet.2 aJakarta :bPT Gramedia Pustaka Utama,c2021 a376 hlm ;c21 cm 4aNovel 4aSastra Indonesia 4aFiksi Indonesia aBagaimana jika hewan kesayangan kalian ternyata hewan dengan kekuatan terbesar di dunia paralel? Bagaimana jika hewan yang terlihat imut, menggemaskan, ternyata bisa menjadi salah satu petarung paling hebat? Kali ini kita akan bertualang di klan baru, dengan tokoh-tokoh baru. Termasuk mengetahui bahwa pandemi yang menyusahkan penduduk juga terjadi di klan-klan jauh. Tapi ingatlah selalu, setiap ada kesusahan, selalu muncul hal-hal menarik yang positif. Kisah ini tentang si Putih, kucing kesayangan Raib. Masa lalu si Putih tidak kalah menarik, sebelum akhirnya kucing itu diletakkan di depan pintu rumah sebagai hadiah ulang tahun Raib. Buku ini adalah buku ke-10 dari serial BUMI. aS/03932/1/03932 aS/08309/1/08309 aBagaimana jika hewan kesayangan kalian ternyata hewan dengan kekuatan terbesar di dunia paralel? Bagaimana jika hewan yang terlihat imut, menggemaskan, ternyata bisa menjadi salah satu petarung paling hebat? Kali ini kita akan bertualang di klan baru, dengan tokoh-tokoh baru. Termasuk mengetahui bahwa pandemi yang menyusahkan penduduk juga terjadi di klan-klan jauh. Tapi ingatlah selalu, setiap ada kesusahan, selalu muncul hal-hal menarik yang positif. Kisah ini tentang si Putih, kucing kesayangan Raib. Masa lalu si Putih tidak kalah menarik, sebelum akhirnya kucing itu diletakkan di depan pintu rumah sebagai hadiah ulang tahun Raib. Buku ini adalah buku ke-10 dari serial BUMI.