03385 2200253 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020001800100082001400118084002200132100002300154245005300177260003100230300002500261650001000286650002100296650002000317520137700337990002001714990002001734500137701754INLIS00000000000291420210811100931 a0010-0821000109ta210811 g f ind  a9786020524665 a899.221 3 aS 899.221 3 DHI l1 aDhirgantoro, Donny1 a5 cm :bAku, Kamu, Samudera, dan Bintang-Bintang aJakarta :bGrasindo,c2020 ax + 502 hlm ;c21 cm 4aNovel 4aSastra Indonesia 4aFiksi Indonesia a5 cm and a new me... Sore ini, setelah menyelesaikan halaman terakhir ""5 cm""-nya Donny Dhirgantoro, saya terdiam lama, dan... menangis. Buku ini, entah bagaimana, membuat saya memandang dunia, hidup, dan segala sesuatu di sekitar saya, dengan cara yang berbeda. Cerita tentang persahabatan lima anak muda yang menjadi tokoh sentral dalam buku ini seakan membuka mata saya, membangunkan ""saya"" yang lain, yang bukan saya. Buku yang keren. Kocak, seru, menyentuh. Saya seperti diingatkan pada banyak hal yang sekian lama saya lupakan. Kisah perjalanan mereka berlima ke puncak Mahameru setelah mereka terpisah selama tiga bulan benar-benar luar biasa. Dialog-dialog ancur dan gila-gilaan khas anak muda, penggalan lagu-lagu keren, dialog-dialog dari film-film bagus, banyak banget bertebaran dari awal sampe akhir cerita. Buku ini mengingatkan saya sekali lagi tentang kekuatan dan keajaiban mimpi dan keyakinan. Dan, bahwa kita tak perlu bukti dan hitungan dan rumus-rumus yang rumit untuk membuktikan keajaiban itu. Kita hanya harus mempercayainya. Dan sore ini, beberapa menit menjelang magrib, saya menikmati hujan dari balik jendela kamar saya, memandang dan mengagumi rintiknya. Langit yang sama, hujan yang sama, Tapi, kenapa rasanya beda banget ya? Lalu saya tengadah menatap alngit, sesenggukan, dan tersenyum membisikkan ""Terima kasih, Tuhan..."". aS/03891/1/03891 aS/03893/1/03893 a5 cm and a new me... Sore ini, setelah menyelesaikan halaman terakhir ""5 cm""-nya Donny Dhirgantoro, saya terdiam lama, dan... menangis. Buku ini, entah bagaimana, membuat saya memandang dunia, hidup, dan segala sesuatu di sekitar saya, dengan cara yang berbeda. Cerita tentang persahabatan lima anak muda yang menjadi tokoh sentral dalam buku ini seakan membuka mata saya, membangunkan ""saya"" yang lain, yang bukan saya. Buku yang keren. Kocak, seru, menyentuh. Saya seperti diingatkan pada banyak hal yang sekian lama saya lupakan. Kisah perjalanan mereka berlima ke puncak Mahameru setelah mereka terpisah selama tiga bulan benar-benar luar biasa. Dialog-dialog ancur dan gila-gilaan khas anak muda, penggalan lagu-lagu keren, dialog-dialog dari film-film bagus, banyak banget bertebaran dari awal sampe akhir cerita. Buku ini mengingatkan saya sekali lagi tentang kekuatan dan keajaiban mimpi dan keyakinan. Dan, bahwa kita tak perlu bukti dan hitungan dan rumus-rumus yang rumit untuk membuktikan keajaiban itu. Kita hanya harus mempercayainya. Dan sore ini, beberapa menit menjelang magrib, saya menikmati hujan dari balik jendela kamar saya, memandang dan mengagumi rintiknya. Langit yang sama, hujan yang sama, Tapi, kenapa rasanya beda banget ya? Lalu saya tengadah menatap alngit, sesenggukan, dan tersenyum membisikkan ""Terima kasih, Tuhan..."".