04083 2200253 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020001800100082001100118084001700129245002600146260003300172300002100205650001000226650001300236650001300249110001900262520175400281990002002035990002002055500175402075INLIS00000000000294620210812104119 a0010-0821000141ta210812 g 0 ind  a9786021201732 a297.51 aS 297.51 PES1 aPesan cinta Mbah Moen aJakarta :bRene Islam,c2019 a242 hlm ;c18 cm 4aAgama 4aBiografi 4aReligion0 aTim Rene Islam aBuku ini disusun untuk mengingatkan kita pada sosok alim penuh karisma itu. Seorang ayah bagi jutaan umat manusia, bukan hanya umat Islam Indonesia, tetapi juga masyarakat dunia. Seorang kiai, guru, yang dengan penuh rasa sabar mengajari, menjadi teladan, serta menyejukkan melalui tutur dan tindakan yang lembut penuh kasih sayang. Mengenang Mbah Moen adalah mengenang hari-hari indah penuh hikmah. Beliaulah sosok ulama yang kmil (sempurna), baik secara ilmu pengetahuan, spiritualitas, maupun pengalaman. Dalam tubuhnya mengalir deras DNA kesalihan dari seorang ayah dan ibu pendidik, keduanya berasal dari trah pesantren yang akrab dengan hikmah dan ilmu pengetahuan. Mbah Moen adalah manusia kesayangan langit yang juga disayang bumi. Memandang beliau rasanya adem dan menentramkan. Pancaran cahaya wajahnya memendar dari jiwanya yang suci. Bukan suatu kebetulan jika pesantren yang diasuhnya bernama 'al-Anwar'yang berarti Pancaran cahaya-cahayasesuai dengan diri beliau yang selalu menyinari penuh cinta dan kasih sayang. Banyak orang ingin menjadi manusia beruntung, sukses dan bahagia dunia-akhirat, tidak merugi, dan bermanfaat untuk orang banyak. Tapi bagaimana caranya? Buku ini mungkin bisa dijadikan salah satu alternatif kumpulan nasihat bijak yang layak kita baca dan renungkan, baik untuk diri sendiri, keluarga maupun untuk kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia. Buku ini hadir untuk mengenalkan sekaligus mengabadikan nasihat-nasihat Mbah Moen. Tapi lebih dari itu, buku ini diharapkan bisa membuat kita meresapi dan mengikuti keberuntungan hidup ala Mbah Moen dengan segala hikmah dan kebenaran yang sudah dialaminya. Salam cinta kami, wahai gurunya guru, Al-arif Billah, Syaikhan KH. Maimoen Zubair. Alfatihah. aS/03710/1/03710 aS/03726/1/03726 aBuku ini disusun untuk mengingatkan kita pada sosok alim penuh karisma itu. Seorang ayah bagi jutaan umat manusia, bukan hanya umat Islam Indonesia, tetapi juga masyarakat dunia. Seorang kiai, guru, yang dengan penuh rasa sabar mengajari, menjadi teladan, serta menyejukkan melalui tutur dan tindakan yang lembut penuh kasih sayang. Mengenang Mbah Moen adalah mengenang hari-hari indah penuh hikmah. Beliaulah sosok ulama yang kmil (sempurna), baik secara ilmu pengetahuan, spiritualitas, maupun pengalaman. Dalam tubuhnya mengalir deras DNA kesalihan dari seorang ayah dan ibu pendidik, keduanya berasal dari trah pesantren yang akrab dengan hikmah dan ilmu pengetahuan. Mbah Moen adalah manusia kesayangan langit yang juga disayang bumi. Memandang beliau rasanya adem dan menentramkan. Pancaran cahaya wajahnya memendar dari jiwanya yang suci. Bukan suatu kebetulan jika pesantren yang diasuhnya bernama 'al-Anwar'yang berarti Pancaran cahaya-cahayasesuai dengan diri beliau yang selalu menyinari penuh cinta dan kasih sayang. Banyak orang ingin menjadi manusia beruntung, sukses dan bahagia dunia-akhirat, tidak merugi, dan bermanfaat untuk orang banyak. Tapi bagaimana caranya? Buku ini mungkin bisa dijadikan salah satu alternatif kumpulan nasihat bijak yang layak kita baca dan renungkan, baik untuk diri sendiri, keluarga maupun untuk kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia. Buku ini hadir untuk mengenalkan sekaligus mengabadikan nasihat-nasihat Mbah Moen. Tapi lebih dari itu, buku ini diharapkan bisa membuat kita meresapi dan mengikuti keberuntungan hidup ala Mbah Moen dengan segala hikmah dan kebenaran yang sudah dialaminya. Salam cinta kami, wahai gurunya guru, Al-arif Billah, Syaikhan KH. Maimoen Zubair. Alfatihah.