03092 2200253 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020001800100082001400118084002200132100001800154245005000172260003900222300002100261650001000282650002700292650002100319520122900340990002001569990002001589500122901609INLIS00000000000348320221115022509 a0010-1122000005ta221115 g f ind  a9786024412883 a899.221 3 aS 899.221 3 HAY s1 aHayden, Torey1 aSheila :bKisah Luka hati Seorang Gadis Kecil aBandung :bPT Mizan Pustaka,c2022 a384 hlm ;c21 cm 4aFiksi 4aKesusastraan Indonesia 4aFiksi Terjemahan aSudah ada delapan murid berusia tak lebih dari 10 tahun di kelas itu. Seorang anak pernah dua kali mencoba bunuh diri, seorang anak buta, seorang lagi agresif, dua orang anak menderita autisme, seorang skizofrenia, seseorang pernah mengalami penganiayaan fisik dan seksual, sedangkan yang terakhir menderita berbagai fobia. Jika Anda harus mengajar kelas itu, bersediakah Anda—seperti Torey Hayden—menerima seorang murid lagi, seorang gadis berusia 6 tahun yang baru saja membakar anak lelaki berusia 3 tahun sampai nyaris mati? Gadis itu ber-IQ di atas 180, tapi menderita problem emosional parah. Dia tak pernah menangis, bahkan di kala sedih, marah, maupun kesakitan. Dia juga agresif dan selalu membangkang. Mungkin karena sang ibu meninggalkannya di jalanan saat berusia 4 tahun. Mungkin karena ayahnya pemabuk dan tak mampu memberinya pengasuhan yang layak. Mungkin karena dia memang tak tahu bagaimana membuat orang lain mencintainya. Dalam buku ini, sang guru menuturkan pengalaman nyatanya berusaha menyentuh hati si gadis kecil dan memunculkan segala potensi yang dia miliki. Berhasilkan sang guru? Berhasilkan Sheila mengatasi segala kendala yang menghalanginya dari bertumbuh layaknya gadis kecil lain? aS/05148/1/05148 aS/05397/1/05397 aSudah ada delapan murid berusia tak lebih dari 10 tahun di kelas itu. Seorang anak pernah dua kali mencoba bunuh diri, seorang anak buta, seorang lagi agresif, dua orang anak menderita autisme, seorang skizofrenia, seseorang pernah mengalami penganiayaan fisik dan seksual, sedangkan yang terakhir menderita berbagai fobia. Jika Anda harus mengajar kelas itu, bersediakah Anda—seperti Torey Hayden—menerima seorang murid lagi, seorang gadis berusia 6 tahun yang baru saja membakar anak lelaki berusia 3 tahun sampai nyaris mati? Gadis itu ber-IQ di atas 180, tapi menderita problem emosional parah. Dia tak pernah menangis, bahkan di kala sedih, marah, maupun kesakitan. Dia juga agresif dan selalu membangkang. Mungkin karena sang ibu meninggalkannya di jalanan saat berusia 4 tahun. Mungkin karena ayahnya pemabuk dan tak mampu memberinya pengasuhan yang layak. Mungkin karena dia memang tak tahu bagaimana membuat orang lain mencintainya. Dalam buku ini, sang guru menuturkan pengalaman nyatanya berusaha menyentuh hati si gadis kecil dan memunculkan segala potensi yang dia miliki. Berhasilkan sang guru? Berhasilkan Sheila mengatasi segala kendala yang menghalanginya dari bertumbuh layaknya gadis kecil lain?