02791 2200253 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020001800100082001200118084002000130100002600150245005900176260004200235300002100277650001500298650002400313650001600337520107200353990002001425990002001445500107201465INLIS00000000000370720221203102011 a0010-1222000063ta221203 g 0 ind  a9786024552237 a915.632 aS 915.632 AST j0 aAstuti, Marfuah Panji1 aJourney to the Greatest Ottoman :bjelajah tiga daulah aJakarta :bBhuana Ilmu Pustaka,c2018 a176 hlm ;c20 cm 4aPariwisata 4aIslam dan Perabadan 4aPetualangan a"Perjalanan ini seharusnya ke gurun pasir, secara tidak terduga harus berbelok dan berjumpa salju! Bagaimana bisa?” Istanbul adalah jantung Daulah Utsmani atau Ottoman sekaligus bukti nubuat Rasulullah SAW: “Konstantinopel akan ditaklukkan di tangan seorang laki-laki. Yang memerintah adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukannya adalah sebaik-baik pasukan.” [HR. Ahmad] Hati bergetar memandang kaligrafi kalimat Tauhid yang terpahat di gerbang Topkapi Sarayi. Dari tempat inilah Muhammad Al fatih memimpin pasukannya hingga menguasai 2/3 wilayah dunia. Begitu luasnya, hingga wilayah itu kini terpecah menjadi 60 negara! Daulah Utsmani menorehkan sejarah dengan tinta emas. Pranata yang dibangun menjadi bukti bagaimana Islam memimpin dengan adil di muka Bumi. Medallion raksasa yang saat ini masih terpasang di Aya Sofya menjadi bukti bagaimana kehidupan harmoni yang sejati. Seperti apa Istambul kini? Mari menyusuri indahnya Blue Mosque, Aya Sofya, Selat Bosphorus, hingga gunung salju di Cappadocia dan memunguti hikmah yang berserak melalui buku ini." aS/05499/1/05499 aS/06007/1/06007 a"Perjalanan ini seharusnya ke gurun pasir, secara tidak terduga harus berbelok dan berjumpa salju! Bagaimana bisa?” Istanbul adalah jantung Daulah Utsmani atau Ottoman sekaligus bukti nubuat Rasulullah SAW: “Konstantinopel akan ditaklukkan di tangan seorang laki-laki. Yang memerintah adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukannya adalah sebaik-baik pasukan.” [HR. Ahmad] Hati bergetar memandang kaligrafi kalimat Tauhid yang terpahat di gerbang Topkapi Sarayi. Dari tempat inilah Muhammad Al fatih memimpin pasukannya hingga menguasai 2/3 wilayah dunia. Begitu luasnya, hingga wilayah itu kini terpecah menjadi 60 negara! Daulah Utsmani menorehkan sejarah dengan tinta emas. Pranata yang dibangun menjadi bukti bagaimana Islam memimpin dengan adil di muka Bumi. Medallion raksasa yang saat ini masih terpasang di Aya Sofya menjadi bukti bagaimana kehidupan harmoni yang sejati. Seperti apa Istambul kini? Mari menyusuri indahnya Blue Mosque, Aya Sofya, Selat Bosphorus, hingga gunung salju di Cappadocia dan memunguti hikmah yang berserak melalui buku ini."