01789 2200253 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020001800100082001100118084001900129100002200148245007300170260004700243300002900290650001400319650001200333650001800345520056600363990002000929990002000949500056600969INLIS00000000000378420221206102901 a0010-1222000140ta221206 g 0 ind  a9786020267135 a909.07 aS 909.07 BAU s1 aBauer, Susan Wise1 aSejarah Dunia Kuno :bDari cerita-cerita Tertua sampai Jatuhnya Roma aJakarta :bPT Elex Media Komputindo,c2007 axviii + 977 hlm ;c23 cm 4aHumaniora 4aSejarah 4aSejarah Dunia aApa yang terlintas di benak kita ketika membaca ending sebuah buku seperti di atas? imaji yang terlintas adalah sebuah akhir yang "tidak biasa" untuk sebuah buku sejarah, tidak datar, tidak monoton, tapi menyimpas sebuah "kekuatan pamungkas" dari peristiwa kronologis yang luar biasa sebelumnya, sekaligus menjanjikan sebuah "babak lanjutan" yang lebih memukau. Ada kesan kepuasan, pemenuhan (Accomplishment), dan pencerahan dari babak yang baru saja kita lewati. Sebuah cara mengakhiri tulisan deskriptif yang sungguh "hidup" seperti ketika membaca buku fiksi. aS/05653/1/05653 aS/05655/1/05655 aApa yang terlintas di benak kita ketika membaca ending sebuah buku seperti di atas? imaji yang terlintas adalah sebuah akhir yang "tidak biasa" untuk sebuah buku sejarah, tidak datar, tidak monoton, tapi menyimpas sebuah "kekuatan pamungkas" dari peristiwa kronologis yang luar biasa sebelumnya, sekaligus menjanjikan sebuah "babak lanjutan" yang lebih memukau. Ada kesan kepuasan, pemenuhan (Accomplishment), dan pencerahan dari babak yang baru saja kita lewati. Sebuah cara mengakhiri tulisan deskriptif yang sungguh "hidup" seperti ketika membaca buku fiksi.