02490 2200229 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020001800100082000800118084001600126100002300142245003200165260003700197300002700234650002300261520096800284990002001252990002001272500096801292INLIS00000000000382820221208091014 a0010-1222000184ta221208 g 0 ind  a9786022918943 a128 aS 128 NAD m1 aNadjib, Emha Ainun1 aMereka yang Tak Pernah Mati aSleman :bBentang Pustaka,c2022 ax + 262 hlm ;c20.5 cm 4aFilsafat Kehidupan aMereka yang Tak Pernah Mati adalah kisah tentang orang-orang yang patut menjadi suri tauladan. Lewat perspektif budayawan Emha Ainun Najib, kita akan belajar menjadi manusia yang lebih arif dalam berelasi dengan sesama, dan terutama menaruh hormat terbesar kepada Sang Pencipta. Manusia disayang dan dicintai oleh Penciptanya. Dia diperintahkan hidup di Bumi dengan perjanjian cinta: Allah mencintainya dan manusia juga mencintai-Nya. Mencintai Allah berarti mengarahkan hidup untuk kembali menyatu dengan-Nya. Hendak menjadi apa pun di dunia seniman, petani, pejabat, pengusaha, atau lainnya sama saja: Manusia harus mengelola seluruh faktor dalam hidup agar tiba kembali dan diterima di rumah-Nya. Akan tetapi, cara Allah menunjukkan cinta kepada hamba pilihan-Nya bisa dalam macam-macam rupa, dan terkadang seperti siksaan bagi jasad fana ini. Padahal bisa jadi Allah sedang menjaga manusia pilihan itu dengan memagarinya dari berbagai kemungkinan buruk. aS/05750/1/05750 aS/05751/1/05751 aMereka yang Tak Pernah Mati adalah kisah tentang orang-orang yang patut menjadi suri tauladan. Lewat perspektif budayawan Emha Ainun Najib, kita akan belajar menjadi manusia yang lebih arif dalam berelasi dengan sesama, dan terutama menaruh hormat terbesar kepada Sang Pencipta. Manusia disayang dan dicintai oleh Penciptanya. Dia diperintahkan hidup di Bumi dengan perjanjian cinta: Allah mencintainya dan manusia juga mencintai-Nya. Mencintai Allah berarti mengarahkan hidup untuk kembali menyatu dengan-Nya. Hendak menjadi apa pun di dunia seniman, petani, pejabat, pengusaha, atau lainnya sama saja: Manusia harus mengelola seluruh faktor dalam hidup agar tiba kembali dan diterima di rumah-Nya. Akan tetapi, cara Allah menunjukkan cinta kepada hamba pilihan-Nya bisa dalam macam-macam rupa, dan terkadang seperti siksaan bagi jasad fana ini. Padahal bisa jadi Allah sedang menjaga manusia pilihan itu dengan memagarinya dari berbagai kemungkinan buruk.