03601 2200241 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020001800100082001000118084002400128100002000152245008400172250001100256260003800267300003400305650001000339650001600349520148700365990002001852500148701872INLIS00000000000400820230806102458 a0010-0823000018ta230806 g 1 ind  a9786022695233 a741.5 aS 741.5 VBI k jil.10 avbi_djenggotten1 aKomik Bencana Lisan #1 :bDosa-dosa Lisan yang Dilarang Nabi /cvbi_djenggotten aCet. 1 aMalang :bOne God Believer,c2022 aiii + 177 hlm :bill ;c23 cm 4aKomik 4aBacaan Anak aKOMIK BENCANA LISAN 1, Dosa-Dosa Lisan yang Dilarang Nabi Komik ini pernah diterbitkan dengan judul yang sama, “BENCANA LISAN”, sekitar tahun 2016. Karena masih begitu banyaknya permintaan untuk menerbitkan buku ini, maka diterbitkan kembali dengan banyak revisi, agar lebih ramah ketika dibaca oleh anak-anak. Dalam komik ini, dikupas beberapa dosa berbahaya terkait lisan yang sering diucapkan dan dekat dalam perbincangan sehari-hari. Dari ucapan yang tak berguna, mencaci, mencela, memaki orang tua, mengutuk, menuduh kafir, bersenda gurau yang terlarang dan berapa dosa lisan lainnya, dicoba untuk digali dan dituturkan dengan ringan, tanpa menghilangkan esensi. Menggali detail-detail kesalahan lisan, yang sepertinya masih jarang diketahui. Misalnya sebuah fakta, bahwa membicarakan gaya hidup bermewahan orang kaya adalah hal yang termasuk dalam kebatilan! Termasuk pula memuji pelaku kemaksiatan! “Tidaklah manusia itu disungkurkan ke dalam neraka, di atas muka atau hidung mereka, melainkan karena hasil ucapan lisan mereka?” (HR. Tirmidzi, 2541) Hadis di atas adalah salah satu peringatan yang jelas, kenapa kita harus sangat berhati-hati dalam mengucapkan sepatah kata sekali pun. Namun sayang, demi eksis di pergaulan, demi viral, demi popularitas, demi jabatan, demi harta dunia, orang akan dengan mudah berkomentar apa saja, tak sadar menggelincirkannya dalam hal yang merugikan dirinya dan banyak orang. Rugi di dunia, azab menanti di akhirat. aS/06047/1/06047 aKOMIK BENCANA LISAN 1, Dosa-Dosa Lisan yang Dilarang Nabi Komik ini pernah diterbitkan dengan judul yang sama, “BENCANA LISAN”, sekitar tahun 2016. Karena masih begitu banyaknya permintaan untuk menerbitkan buku ini, maka diterbitkan kembali dengan banyak revisi, agar lebih ramah ketika dibaca oleh anak-anak. Dalam komik ini, dikupas beberapa dosa berbahaya terkait lisan yang sering diucapkan dan dekat dalam perbincangan sehari-hari. Dari ucapan yang tak berguna, mencaci, mencela, memaki orang tua, mengutuk, menuduh kafir, bersenda gurau yang terlarang dan berapa dosa lisan lainnya, dicoba untuk digali dan dituturkan dengan ringan, tanpa menghilangkan esensi. Menggali detail-detail kesalahan lisan, yang sepertinya masih jarang diketahui. Misalnya sebuah fakta, bahwa membicarakan gaya hidup bermewahan orang kaya adalah hal yang termasuk dalam kebatilan! Termasuk pula memuji pelaku kemaksiatan! “Tidaklah manusia itu disungkurkan ke dalam neraka, di atas muka atau hidung mereka, melainkan karena hasil ucapan lisan mereka?” (HR. Tirmidzi, 2541) Hadis di atas adalah salah satu peringatan yang jelas, kenapa kita harus sangat berhati-hati dalam mengucapkan sepatah kata sekali pun. Namun sayang, demi eksis di pergaulan, demi viral, demi popularitas, demi jabatan, demi harta dunia, orang akan dengan mudah berkomentar apa saja, tak sadar menggelincirkannya dalam hal yang merugikan dirinya dan banyak orang. Rugi di dunia, azab menanti di akhirat.