03208 2200277 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020001800100082001100118084001900129100001400148245005200162260003600214300002100250650001000271650001800281650002100299650002700320650001500347700003600362520125600398990002001654500125601674INLIS00000000000410020231019113202 a0010-1023000032ta231019 g 0 ind  a9786232934399 a892.73 aS 892.73 ALI s1 aAli,Tariq1 aSultan Shalahuddin /cAnton Kurnia (penerjemah) aYogyakarta :bDiva Press,c2021 a512 hlm ;c20 cm 4aNovel 4aNovel Sejarah 4aFiksi Terjemahan 4aKesusastraan Indonesia 4aFiksi Arab0 aMuhammad Ali fakih (penyunting) a“Dikisahkan dengan baik serta disusun amat cemerlang dan meyakinkan, buku ini adalah kisah untuk zaman ini. Di dalamnya, tergambar peristiwa-peristiwa faktual dan tokoh-tokoh historis yang ternyata lebih dekat dengan kenyataan kita daripada yang selama ini kita bayangkan.” —Edward Said Sultan Shalahuddin adalah novel yang menyaru sebagai memoar Sultan Shalahuddin al-Ayyubi yang dikisahkan secara intim, lugas, dan terkadang jenaka oleh seorang tokoh juru tulis rekaan. Dalam novel ini, dipaparkan kejayaan Sultan Shalahuddin sebagai penguasa Mesir dan Suriah, serta persiapan merebut Yerusalem dari Kaum Salib, bersekutu dengan orang-orang Yahudi dan Kristen. Kisah ini berlatar Abad Pertengahan, tetapi apa yang tersirat di dalamnya banyak kemiripannya dengan yang terjadi saat ini. Kisah mengalir di tiga kota utama kekhalifahan Islam pada masa itu: Kairo, Damaskus, dan Yerusalem. Dengan detail memukau, Tariq Ali berusaha menyingkap kembali kisah Perang Salib berabad-abad silam dan meramunya dengan kisah hidup tokoh-tokoh imajiner yang membingkai novel ini. Novel historis ini berhasil menelusuri akar konflik berabad-abad antara peradaban Islam dan Barat, dihiasi kisah cinta penuh gelora, intrik politik, dan kronik sejarah yang kaya. aS/06176/1/06176 a“Dikisahkan dengan baik serta disusun amat cemerlang dan meyakinkan, buku ini adalah kisah untuk zaman ini. Di dalamnya, tergambar peristiwa-peristiwa faktual dan tokoh-tokoh historis yang ternyata lebih dekat dengan kenyataan kita daripada yang selama ini kita bayangkan.” —Edward Said Sultan Shalahuddin adalah novel yang menyaru sebagai memoar Sultan Shalahuddin al-Ayyubi yang dikisahkan secara intim, lugas, dan terkadang jenaka oleh seorang tokoh juru tulis rekaan. Dalam novel ini, dipaparkan kejayaan Sultan Shalahuddin sebagai penguasa Mesir dan Suriah, serta persiapan merebut Yerusalem dari Kaum Salib, bersekutu dengan orang-orang Yahudi dan Kristen. Kisah ini berlatar Abad Pertengahan, tetapi apa yang tersirat di dalamnya banyak kemiripannya dengan yang terjadi saat ini. Kisah mengalir di tiga kota utama kekhalifahan Islam pada masa itu: Kairo, Damaskus, dan Yerusalem. Dengan detail memukau, Tariq Ali berusaha menyingkap kembali kisah Perang Salib berabad-abad silam dan meramunya dengan kisah hidup tokoh-tokoh imajiner yang membingkai novel ini. Novel historis ini berhasil menelusuri akar konflik berabad-abad antara peradaban Islam dan Barat, dihiasi kisah cinta penuh gelora, intrik politik, dan kronik sejarah yang kaya.