02524 2200217 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020001800100082000800118084001600126100001600142245008000158260002800238300002500266650002300291520098600314990002001300500098601320INLIS00000000000426220231122104350 a0010-1123000082ta231122 g 0 ind  a9786024410476 a128 aS 128 LAT m1 aLatif, Yudi1 aMakrifat Pagi :bPercik Embun Spiritualitas di Terik Republik /cYudi Latif aBandung :bMizan,c2018 ax + 362 hlm ;c21 cm 4aFilsafat Kehidupan aBuku ini berisi kumpulan-kumpulan puisi dari penyair ternama. Melebur dengan alam, menyegarkannya, dan memuai menembus langit makrifat. Kita pun "bermikraj" menghampiri Tuhan. Sapalah pagi dengan senyuman. Mulai hari dengan nyanyian. Seperti burung, rayakan sinar mentari dengan kicau keriangan. Tuntunan kejernihan hati bisa kita temukan dari guru-guru kearifan. Seperti tetes-tetes permenungan, Makrifat Pagi ini yang banyak menghirup inspirasi dari lirik-lirik puitis Jalaluddin Rumi, Al-Ghazali, Kahlil Gibran, Deepak Chopra, dan sederet rohaniawan serta guru-guru kemanusiaan lainnya. Semoga di tengah terik Republik, rongga jiwa kita masih bisa disegarkan percik embun spiritualitas dalam relasi ketuhanan, kemanusiaan, dan kealaman agar bisa menghikmati setiap dengus napas kehidupan kita secara lebih bermakna, mendekati kebahagiaan terluhur. Buku ini dapat dibaca oleh semua orang yang ingin mendapatkan inspirasi dari berbagai puisi yang dibuat oleh orang-orang ternama. aS/06348/1/06348 aBuku ini berisi kumpulan-kumpulan puisi dari penyair ternama. Melebur dengan alam, menyegarkannya, dan memuai menembus langit makrifat. Kita pun "bermikraj" menghampiri Tuhan. Sapalah pagi dengan senyuman. Mulai hari dengan nyanyian. Seperti burung, rayakan sinar mentari dengan kicau keriangan. Tuntunan kejernihan hati bisa kita temukan dari guru-guru kearifan. Seperti tetes-tetes permenungan, Makrifat Pagi ini yang banyak menghirup inspirasi dari lirik-lirik puitis Jalaluddin Rumi, Al-Ghazali, Kahlil Gibran, Deepak Chopra, dan sederet rohaniawan serta guru-guru kemanusiaan lainnya. Semoga di tengah terik Republik, rongga jiwa kita masih bisa disegarkan percik embun spiritualitas dalam relasi ketuhanan, kemanusiaan, dan kealaman agar bisa menghikmati setiap dengus napas kehidupan kita secara lebih bermakna, mendekati kebahagiaan terluhur. Buku ini dapat dibaca oleh semua orang yang ingin mendapatkan inspirasi dari berbagai puisi yang dibuat oleh orang-orang ternama.