02563 2200277 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020001800100082001400118084002200132100003600154245012400190250001200314260004800326300002100374650001000395700002600405505088700431500088701318990002002205990002002225990002002245990002002265INLIS00000000000500420240522125431 a0010-0524000480ta240522 g f ind  a9786020657479 a899.221 3 aS 899.221 3 ZEZ k1 aZezsyazeoviennazabrizkie, Ziggy1 aKita Pergi Hari Ini :batau Tempat-Tempat Indah dalam Mimpi-Mimpi Anak-Anak Baik-Baik /cZiggy Zezsyazeoviennazabrizkie aCet. 10 aJakarta :bPT Gramedia Pustaka Utama,c2024 a185 hlm ;c20 cm 4aNovel0 aTeguh Afandi (Editor) a“Hal yang paling menyeramkan di dunia ini adalah anak-anak.” Dikisahkan ada sebuah kota yang disebut sebagai Kota Suara, yang mana di kota ini, jumlah populasi anak kecil jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah populasi orang dewasa. Dari banyaknya jumlah populasi anak-anak, ditambah dengan sifat alami anak kecil, terdapat banyak keributan di kota tersebut. Keributan yang disebabkan anak-anak yang tertawa, teriak, menangis, dan menjerit. Oleh karena keributan ini, masyarakat Kota Suara mulai melupakan nama asli dari kota tersebut. Dan dari situ lah asal usul kota tersebut disebut sebagai Kota Suara. Kisah ini berawal dari salah satu keluarga kecil di Kota Suara, yang beranggotakan lima orang. Seorang ayah, ibu, dan tiga orang anaknya. Keluarga ini disebut sebagai Keluarga Mo, di mana ada Bapak Mo, Ibu Mo, dan tiga anak yang bernama Ma, Mi, dan Mo. a“Hal yang paling menyeramkan di dunia ini adalah anak-anak.” Dikisahkan ada sebuah kota yang disebut sebagai Kota Suara, yang mana di kota ini, jumlah populasi anak kecil jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah populasi orang dewasa. Dari banyaknya jumlah populasi anak-anak, ditambah dengan sifat alami anak kecil, terdapat banyak keributan di kota tersebut. Keributan yang disebabkan anak-anak yang tertawa, teriak, menangis, dan menjerit. Oleh karena keributan ini, masyarakat Kota Suara mulai melupakan nama asli dari kota tersebut. Dan dari situ lah asal usul kota tersebut disebut sebagai Kota Suara. Kisah ini berawal dari salah satu keluarga kecil di Kota Suara, yang beranggotakan lima orang. Seorang ayah, ibu, dan tiga orang anaknya. Keluarga ini disebut sebagai Keluarga Mo, di mana ada Bapak Mo, Ibu Mo, dan tiga anak yang bernama Ma, Mi, dan Mo. aS/11543/1/11543 aS/08011/1/08011 aS/08013/1/08013 aS/11383/1/11383