04070 2200253 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020001800100082001100118084001900129100002900148245010300177260003300280300002100313650001300334650002100347700002700368520169200395600001702087990002002104500169202124INLIS00000000000517320241002111342 a0010-1024000027ta241002 g 0 ind  a9786237378396 a297.07 aS 297.07 HAM m1 aHambali, M. Ag., Dr. Muh1 aManajemen Pendidikan Islam Kontemporer :bStrategi Pengelolaan dan Pemasaran Islam di Era Industri aYogyakarta :biRCiSoD,c2020 a356 hlm ;c20 cm 4aTeaching 4aPendidikan Islam0 aDr. Mu'alimin, M.Pd.I. aPertanyaan yang akan selalu aktual dikemukakan seiring dengan bergulirnya era disrupsi dan era industri 4.0 adalah apa yang harus dilakukan lembaga pendidikan Islam untuk menghadapi era tersebut? Pun, seperti apa peran dan peluang lembaga pendidikan Islam menghadapi era industri 4.0? Era disrupsi merupakan era terjadinya perubahan-perubahan dalam tatanan kehidupan masyarakat yang dimulai dengan digunakannya perangkat-perangkat digital menggantikan cara-cara manual. Era industri 4.0 merupakan nama tren otomasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik. Adanya revolusi ini ditandai dengan terjadinya perubahan secara besar-besaran di berbagai bidang melalui perpaduan teknologi, termasuk bidang pendidikan. Menghadapi situasi demikian, pendidikan Islam tentu harus merencanakan strategi tepat dalam pengelolaannya sehingga tidak mengalami ketertinggalan dan tidak ditinggalkan oleh masyarakat. Perubahan ini tentu harus disikapi dengan serius oleh lembaga-lembaga pendidikan, termasuk lembaga pendidikan Islam, agar keberadaannya tidak semakin ditinggalkan. Salah satu cara yang penting untuk dilakukan oleh lembaga pendidikan Islam agar dapat selalu aktual dan mampu memenuhi keinginan dan harapan masyarakat adalah dengan berusaha menghapus stigma sebagian masyarakat yang menganggap lembaga pendidikan Islam sebagai lembaga pendidikan kelas dua, kurang maju, dan tidak kompetitif. Hal itu dapat dilakukan dengan melakukan pembaruan-pembaruan dalam pengelolaan kelembagaan pendidikan Islam itu sendiri. Untuk tujuan itulah, buku ini hadir agar dapat memberikan sumbangsih bagi strategi pengelolaan dan pemasaran lembaga pendidikan Islam menghadapi era industri 4.0. 4aIndustri 4.0 aS/08236/1/08236 aPertanyaan yang akan selalu aktual dikemukakan seiring dengan bergulirnya era disrupsi dan era industri 4.0 adalah apa yang harus dilakukan lembaga pendidikan Islam untuk menghadapi era tersebut? Pun, seperti apa peran dan peluang lembaga pendidikan Islam menghadapi era industri 4.0? Era disrupsi merupakan era terjadinya perubahan-perubahan dalam tatanan kehidupan masyarakat yang dimulai dengan digunakannya perangkat-perangkat digital menggantikan cara-cara manual. Era industri 4.0 merupakan nama tren otomasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik. Adanya revolusi ini ditandai dengan terjadinya perubahan secara besar-besaran di berbagai bidang melalui perpaduan teknologi, termasuk bidang pendidikan. Menghadapi situasi demikian, pendidikan Islam tentu harus merencanakan strategi tepat dalam pengelolaannya sehingga tidak mengalami ketertinggalan dan tidak ditinggalkan oleh masyarakat. Perubahan ini tentu harus disikapi dengan serius oleh lembaga-lembaga pendidikan, termasuk lembaga pendidikan Islam, agar keberadaannya tidak semakin ditinggalkan. Salah satu cara yang penting untuk dilakukan oleh lembaga pendidikan Islam agar dapat selalu aktual dan mampu memenuhi keinginan dan harapan masyarakat adalah dengan berusaha menghapus stigma sebagian masyarakat yang menganggap lembaga pendidikan Islam sebagai lembaga pendidikan kelas dua, kurang maju, dan tidak kompetitif. Hal itu dapat dilakukan dengan melakukan pembaruan-pembaruan dalam pengelolaan kelembagaan pendidikan Islam itu sendiri. Untuk tujuan itulah, buku ini hadir agar dapat memberikan sumbangsih bagi strategi pengelolaan dan pemasaran lembaga pendidikan Islam menghadapi era industri 4.0.