02305 2200229 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020001800100082000800118084001600126100001800142245007000160260004500230300003000275650001500305650002500320520085500345990002001200500085501220INLIS00000000000552320250215113042 a0010-0225000039ta250215 g 0 ind  a9786029260557 a720 aS 720 AKM s0 aAkmal, Imelda1 a100+ :bINDONESIAN ARCHITECTURE FIRMS & EMERGINGS /cImelda Akmal aJakarta :bPT Imaji Media Pustaka,c2019 a557 hal :bill ;c23.9 cm 4aArsitektur 4aArsitektur Indonesia a100+ INDONESIAN ARCHITECTURE FIRMS & EMERGINGS mendokumentasikan 143 biro arsitektur, dari yang sangat senior (hadiprana, 1958) hingga beberapa biro arsitek baru yang masih segar yang terbentuk tahun 2018. Biro arsitektur juga lebih beragam, tidak hanya biro arsitektur yang sangat kuat mempertahankan garis desainnya, tetapi juga biro arsitektur yang menitikberatkan manusia serta alam sebagai filosofi biro, sampai biro arsitektur yang mampu menangani skala besar yang sangat dibutuhkan Indonesia sebagai negara yang memiliki demografi raksasa dengan 256 juta manusia di dalamnya. Biro arsitektur yang ditampilkan tidak hanya yang berlokasi di Jakarta, Pulau Bali dan Jawa saja, tetapi juga biro arsitektur yang tersebar di Pulau Sumatra, Kalimantan, bahkan Sulawesi. Ini menandakan praktik arsitektur tidak lagi Jawa-sentris seperti sebelumnya. as/09662/1/09662 a100+ INDONESIAN ARCHITECTURE FIRMS & EMERGINGS mendokumentasikan 143 biro arsitektur, dari yang sangat senior (hadiprana, 1958) hingga beberapa biro arsitek baru yang masih segar yang terbentuk tahun 2018. Biro arsitektur juga lebih beragam, tidak hanya biro arsitektur yang sangat kuat mempertahankan garis desainnya, tetapi juga biro arsitektur yang menitikberatkan manusia serta alam sebagai filosofi biro, sampai biro arsitektur yang mampu menangani skala besar yang sangat dibutuhkan Indonesia sebagai negara yang memiliki demografi raksasa dengan 256 juta manusia di dalamnya. Biro arsitektur yang ditampilkan tidak hanya yang berlokasi di Jakarta, Pulau Bali dan Jawa saja, tetapi juga biro arsitektur yang tersebar di Pulau Sumatra, Kalimantan, bahkan Sulawesi. Ini menandakan praktik arsitektur tidak lagi Jawa-sentris seperti sebelumnya.