03290 2200229 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020001500100082001100115084001900126100002800145245013400173250001100307260005000318300002900368650001700397520131300414990002001727500131301747INLIS00000000000639920251022101721 a0010-1025000060ta251022 g 0 ind  a9799183049 a297.77 aS 297.77 AZI f1 aAziz, Jum'ah Amin Abdul1 aFiqih Dakwah :bStudi atas berbagai prinsip dan kaidah yang harus dijadikan acuan dalam dakwah islamiah /cJum'ah Amin Abdul Aziz aCet. 1 aSurakarta : :bEra Adicitra Intermedia,c2011 a412 hlm :bill. ;c23 cm 4aDakwah Islam aBuku ini membahas prinsip-prinsip dasar dan kaidah syar‘i yang menjadi landasan dakwah Islamiah. Penulis menekankan bahwa dakwah bukan sekadar aktivitas menyeru kepada kebaikan, tetapi juga ilmu dan seni yang memiliki aturan, adab, serta strategi yang harus dipahami oleh setiap dai. Isi buku menguraikan bagaimana dakwah dilakukan dengan hikmah (kebijaksanaan), mau‘izhah hasanah (nasihat yang baik), dan mujadalah bil-lati hiya ahsan (dialog terbaik) sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur’an. Setiap bagian membahas kaidah fiqih dakwah, mulai dari: tujuan dan urgensi dakwah, kepribadian dan akhlak seorang dai, metode penyampaian yang sesuai dengan kondisi mad’u (objek dakwah), pentingnya kesabaran, keteladanan, dan ketepatan strategi, serta kesalahan-kesalahan yang harus dihindari dalam berdakwah. Buku ini juga mengulas perbedaan antara fiqih dakwah dan fiqih ibadah, menekankan bahwa memahami hukum dakwah sama pentingnya dengan memahami hukum ibadah, karena keduanya berakar pada syariat yang sama. Melalui gaya bahasa ilmiah namun komunikatif, Jum‘ah Amin Abdul Aziz mengajak pembaca—khususnya para dai, aktivis dakwah, dan mahasiswa studi Islam—untuk memandang dakwah sebagai tanggung jawab besar umat Islam yang harus dilaksanakan secara bijak, strategis, dan sesuai tuntunan syariat. aS/10750/1/10750 aBuku ini membahas prinsip-prinsip dasar dan kaidah syar‘i yang menjadi landasan dakwah Islamiah. Penulis menekankan bahwa dakwah bukan sekadar aktivitas menyeru kepada kebaikan, tetapi juga ilmu dan seni yang memiliki aturan, adab, serta strategi yang harus dipahami oleh setiap dai. Isi buku menguraikan bagaimana dakwah dilakukan dengan hikmah (kebijaksanaan), mau‘izhah hasanah (nasihat yang baik), dan mujadalah bil-lati hiya ahsan (dialog terbaik) sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur’an. Setiap bagian membahas kaidah fiqih dakwah, mulai dari: tujuan dan urgensi dakwah, kepribadian dan akhlak seorang dai, metode penyampaian yang sesuai dengan kondisi mad’u (objek dakwah), pentingnya kesabaran, keteladanan, dan ketepatan strategi, serta kesalahan-kesalahan yang harus dihindari dalam berdakwah. Buku ini juga mengulas perbedaan antara fiqih dakwah dan fiqih ibadah, menekankan bahwa memahami hukum dakwah sama pentingnya dengan memahami hukum ibadah, karena keduanya berakar pada syariat yang sama. Melalui gaya bahasa ilmiah namun komunikatif, Jum‘ah Amin Abdul Aziz mengajak pembaca—khususnya para dai, aktivis dakwah, dan mahasiswa studi Islam—untuk memandang dakwah sebagai tanggung jawab besar umat Islam yang harus dilaksanakan secara bijak, strategis, dan sesuai tuntunan syariat.