02597 2200241 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020001800100082001400118084002200132100002900154245007800183260003100261300003400292650002000326700002700346520097100373990002001344990002001364500097101384INLIS00000000000661420260415102859 a0010-0426000002ta260415 g 1 ind  a9786020529813 a899.221 3 aS 899.221 3 KHA b1 aKhairen, Jombang Santani1 aBungkam Suara /cJombang Santani Khairen, penulis ; Trian Lesmana, editor aJakarta :bGrasindo,c2023 avii + 366 hlm :bill ;c20 cm 4aFiksi Indonesia0 aTrian Lesmana (Editor) aIni adalah Hari Bebas Bicara di Negara Kesatuan Adat Lawaknesia (NAKAL). Siapa saja boleh berbicara secara gamblang, terang- terangan, tanpa takut akan konsekuensi hukum. Setiap warga negara berhak berbicara: membongkar kejahatan, membeberkan penipuan, maupun mengungkapkan keburukan. Tujuannya, agar tercapai keadilan untuk seluruh rakyat. Namun, kawan, tujuan mulia ini berubah menjadi awan hitam. Jutaan aib terbongkar. Jutaan fitnah tersebar. Jutaan kebencian dan perundungan mengakar. Rakyat berkelahi dengan rakyat. Tetangga dengan tetangga. Murid dengan guru. Karyawan dengan atasan. Anak dengan orangtua. Sahabat dengan sahabat. Kekasih dengan kekasih. Ucapan orang terdekat merobek dinding tiap rumah. Ini adalah Hari Bebas Bicara. Setiap dendam, setiap benci, setiap amarah, lepas berkeliaran. Namun percayalah, kawan, orang jujur selalu ada, bak jarum dalam tumpukan jerami sekalipun. "Apa yang kau ucapkan dengan usil, bisa pulang kepadamu membawa sial." aS/11100/1/11100 aS/11219/1/11219 aIni adalah Hari Bebas Bicara di Negara Kesatuan Adat Lawaknesia (NAKAL). Siapa saja boleh berbicara secara gamblang, terang- terangan, tanpa takut akan konsekuensi hukum. Setiap warga negara berhak berbicara: membongkar kejahatan, membeberkan penipuan, maupun mengungkapkan keburukan. Tujuannya, agar tercapai keadilan untuk seluruh rakyat. Namun, kawan, tujuan mulia ini berubah menjadi awan hitam. Jutaan aib terbongkar. Jutaan fitnah tersebar. Jutaan kebencian dan perundungan mengakar. Rakyat berkelahi dengan rakyat. Tetangga dengan tetangga. Murid dengan guru. Karyawan dengan atasan. Anak dengan orangtua. Sahabat dengan sahabat. Kekasih dengan kekasih. Ucapan orang terdekat merobek dinding tiap rumah. Ini adalah Hari Bebas Bicara. Setiap dendam, setiap benci, setiap amarah, lepas berkeliaran. Namun percayalah, kawan, orang jujur selalu ada, bak jarum dalam tumpukan jerami sekalipun. "Apa yang kau ucapkan dengan usil, bisa pulang kepadamu membawa sial."