<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
 <record>
  <leader>     na                 </leader>
  <controlfield tag="001">INLIS000000000006620</controlfield>
  <controlfield tag="005">20260417095621</controlfield>
  <datafield tag="035" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">0010-0426000008</subfield>
  </datafield>
  <controlfield tag="007">ta</controlfield>
  <controlfield tag="008">260417                g          0 ind  </controlfield>
  <datafield tag="020" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">9786025792403</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="082" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">146.32</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="084" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">S 146.32 MAL m</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="100" ind1="1" ind2=" ">
   <subfield code="a">Malaka, Tan</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="245" ind1="1" ind2=" ">
   <subfield code="a">Madilog :</subfield>
   <subfield code="b">Materialisme, dialektika, dan logika /</subfield>
   <subfield code="c">Tan Malaka</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="260" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Yogyakarta :</subfield>
   <subfield code="b">Narasi,</subfield>
   <subfield code="c">2025</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">iv+560 hlm ;</subfield>
   <subfield code="c">21 cm</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="a">Logika</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="520" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Tan Malaka melihat kemajuan umat manusia harus melalui tiga tahap: Dari &quot;logika mistika&quot; lewat &quot;filsafat&quot; ke &quot;ilmu pengetahuan&quot; (sains). Dan selama bangsa Indonesia masih terkungkung oleh &quot;logika mistika&quot; itu, tak mungkin ia menjadi bangsa yang merdeka dan maju. Madilog merupakan jalan keluar dari &quot;logika mistika&quot; dan imbauan seorang nasionalis sejati buat bangsanya untuk keluar dari keterbelakangan dan ketertinggalan.&#13;
Madilog Tan Malaka : Materialisme, Dialektika &amp; Logika membahas tentang pandangan Tan Malaka terhadap Materialisme, Dialektika, dan Logika yang ditulis oleh Tan Malaka, filsuf asal Indonesia dan juga pejuang kemerdekaan. Teori materialisme ini diambil dari pemikiran filsuf asal Jerman, Karl Marx dan Friedrich Engels. Materialisme dijelaskan sebagai paham filsafat yang menjelaskan bahwa sesuatu yang bisa dikatakan ada kebenarannya adalah materi. Tan malaka juga menjelaskan dan memperkenalkan prinsip dasar logika dalam buku ini. Sedangkan teori dialektika berarti tidak ada suatu kebenaran yang bersifat absolut. Tan malaka menerangkan bahwa seiring waktu berjalan, akan selalu ada pergerakan yang berdampak pada kehidupan. Buku ini direkomendasikan untuk pembaca yang menyukai filsafat.</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">S/11121/1/11121</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">S/11126/1/11126</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">S/11221/1/11221</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="500" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Tan Malaka melihat kemajuan umat manusia harus melalui tiga tahap: Dari &quot;logika mistika&quot; lewat &quot;filsafat&quot; ke &quot;ilmu pengetahuan&quot; (sains). Dan selama bangsa Indonesia masih terkungkung oleh &quot;logika mistika&quot; itu, tak mungkin ia menjadi bangsa yang merdeka dan maju. Madilog merupakan jalan keluar dari &quot;logika mistika&quot; dan imbauan seorang nasionalis sejati buat bangsanya untuk keluar dari keterbelakangan dan ketertinggalan.&#13;
Madilog Tan Malaka : Materialisme, Dialektika &amp; Logika membahas tentang pandangan Tan Malaka terhadap Materialisme, Dialektika, dan Logika yang ditulis oleh Tan Malaka, filsuf asal Indonesia dan juga pejuang kemerdekaan. Teori materialisme ini diambil dari pemikiran filsuf asal Jerman, Karl Marx dan Friedrich Engels. Materialisme dijelaskan sebagai paham filsafat yang menjelaskan bahwa sesuatu yang bisa dikatakan ada kebenarannya adalah materi. Tan malaka juga menjelaskan dan memperkenalkan prinsip dasar logika dalam buku ini. Sedangkan teori dialektika berarti tidak ada suatu kebenaran yang bersifat absolut. Tan malaka menerangkan bahwa seiring waktu berjalan, akan selalu ada pergerakan yang berdampak pada kehidupan. Buku ini direkomendasikan untuk pembaca yang menyukai filsafat.</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">S/11300/1/11300</subfield>
  </datafield>
 </record>
</collection>
