Cite This        Tampung        Export Record
Judul Auto Biografi Tan Malaka : Dari Penjara ke Penjara / Tan Malaka
Pengarang Malaka, Tan
Penerbitan Yogyakarta : Buku Seru, 2017
Deskripsi Fisik 560 hlm ;14,5 cm x 21 cm
ISBN 9786025732731
Subjek Ilmu Politik
Abstrak “Buku ini saya beri nama Dari Penjara ke Penjara. Memang saya rasa ada hubungan antara penjara dengan kemerdekaan sejati. Barangsiapa yang mengkehendaki kemerdekaan buat umum, maka ia harus sedia dan ikhlas untuk menderita kehilangan kemerdekaan diri (nya) sendiri.” -Tan Malaka. Tan Malaka menulis buku Dari Penjara ke Penjara dalam dua jilid terpisah. Jilid pertama menuturkan tentang pergulatannya di penjara Hindia-Belanda dan Filipina. Sedang jilid kedua menceritakan tentang "perjalanan"-nya dari Shanghai, Hongkong, hingga kembali ke tanah air. Buku yang ditulis oleh Tan Malaka dan berkisah soal perjalanan hidupnya mulai dari sekolah di Belanda, pulang ke Deli dan Semarang, dibuang ke Belanda lalu pergi ke Jerman, Rusia, Cina, menyelundup ke Filipina, Singapura, Myanmar, hingga kembali ke Indonesia. yang menarik, Tan Malaka tidak hanya menceritakan perjalanannya tapi juga kondisi di negeri-negeri yang disinggahinya. seperti tentang perjuangan Jose Rizal di Filipina, pandangannya tentang Sun Man (Sun Yat Sen) di Cina, tentang Stalin, Lenin, dan Trotsky di Rusia, hingga (di Indonesia) ketidaksetujuannya dengan Soekarno-Hatta yang memilih bekerja sama dengan Jepang saat masa pendudukan. Dalam buku ini, kedua jilid tersebut dirangkum menjadi satu. Meski berada di balik jeruji, Tan Malaka tetap berusaha "mendobrak" semangat perjuangan rakyat Indonesia. Baginya, barangsiapa yang ingin menikmati hakikat kemerdekaan secara utuh, maka harus ikhlas dan tulus menjalani pahit serta getirnya hidup terpenjara. Tan Malaka menghabiskan hidupnya sebagai pelarian politik. Sepanjang hayat ia habiskan hidupnya untuk cita-cita republik Indonesia, tetapi akhirnya mati di tangan bangsa sendiri. Buku Dari Penjara ke Penjara yang ditulis tahun 1948 ini ditahbiskan oleh majalah Tempo sebagai salah satu buku yang paling berpengaruh atau memberikan kontribusi terhadap gagasan kebangsaan.
Catatan “Buku ini saya beri nama Dari Penjara ke Penjara. Memang saya rasa ada hubungan antara penjara dengan kemerdekaan sejati. Barangsiapa yang mengkehendaki kemerdekaan buat umum, maka ia harus sedia dan ikhlas untuk menderita kehilangan kemerdekaan diri (nya) sendiri.” -Tan Malaka. Tan Malaka menulis buku Dari Penjara ke Penjara dalam dua jilid terpisah. Jilid pertama menuturkan tentang pergulatannya di penjara Hindia-Belanda dan Filipina. Sedang jilid kedua menceritakan tentang "perjalanan"-nya dari Shanghai, Hongkong, hingga kembali ke tanah air. Buku yang ditulis oleh Tan Malaka dan berkisah soal perjalanan hidupnya mulai dari sekolah di Belanda, pulang ke Deli dan Semarang, dibuang ke Belanda lalu pergi ke Jerman, Rusia, Cina, menyelundup ke Filipina, Singapura, Myanmar, hingga kembali ke Indonesia. yang menarik, Tan Malaka tidak hanya menceritakan perjalanannya tapi juga kondisi di negeri-negeri yang disinggahinya. seperti tentang perjuangan Jose Rizal di Filipina, pandangannya tentang Sun Man (Sun Yat Sen) di Cina, tentang Stalin, Lenin, dan Trotsky di Rusia, hingga (di Indonesia) ketidaksetujuannya dengan Soekarno-Hatta yang memilih bekerja sama dengan Jepang saat masa pendudukan. Dalam buku ini, kedua jilid tersebut dirangkum menjadi satu. Meski berada di balik jeruji, Tan Malaka tetap berusaha "mendobrak" semangat perjuangan rakyat Indonesia. Baginya, barangsiapa yang ingin menikmati hakikat kemerdekaan secara utuh, maka harus ikhlas dan tulus menjalani pahit serta getirnya hidup terpenjara. Tan Malaka menghabiskan hidupnya sebagai pelarian politik. Sepanjang hayat ia habiskan hidupnya untuk cita-cita republik Indonesia, tetapi akhirnya mati di tangan bangsa sendiri. Buku Dari Penjara ke Penjara yang ditulis tahun 1948 ini ditahbiskan oleh majalah Tempo sebagai salah satu buku yang paling berpengaruh atau memberikan kontribusi terhadap gagasan kebangsaan.
Bahasa Indonesia
Bentuk Karya Bukan fiksi atau tidak didefinisikan
Target Pembaca Umum

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
S/01312/1/01312 S 809. 382 MAL O.1 Dapat dipinjam Thursina IIBS Kampus 2 - IRC Tersedia
S/01313/1/01313 S 809. 382 MAL O.2 Dapat dipinjam Thursina IIBS Kampus 2 - IRC Tersedia
S/11119/1/11119 S 809. 382 MAL a Dapat dipinjam Thursina IIBS Kampus 1 - IRC Tersedia
S/11212/1/11212 S 809.382 MAL a Dapat dipinjam Thursina IIBS Kampus 2 - IRC Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000001074
005 20260427101906
008 260427################g##########0#ind##
020 # # $a 9786025732731
035 # # $a 0010-0918000343
082 # # $a 809.382
084 # # $a S 809.382 MAL a
100 1 # $a Malaka, Tan
245 1 # $a Auto Biografi Tan Malaka : $b Dari Penjara ke Penjara /$c Tan Malaka
260 # # $a Yogyakarta :$b Buku Seru,$c 2017
300 # # $a 560 hlm ; $c 14,5 cm x 21 cm
500 # # $a “Buku ini saya beri nama Dari Penjara ke Penjara. Memang saya rasa ada hubungan antara penjara dengan kemerdekaan sejati. Barangsiapa yang mengkehendaki kemerdekaan buat umum, maka ia harus sedia dan ikhlas untuk menderita kehilangan kemerdekaan diri (nya) sendiri.” -Tan Malaka. Tan Malaka menulis buku Dari Penjara ke Penjara dalam dua jilid terpisah. Jilid pertama menuturkan tentang pergulatannya di penjara Hindia-Belanda dan Filipina. Sedang jilid kedua menceritakan tentang "perjalanan"-nya dari Shanghai, Hongkong, hingga kembali ke tanah air. Buku yang ditulis oleh Tan Malaka dan berkisah soal perjalanan hidupnya mulai dari sekolah di Belanda, pulang ke Deli dan Semarang, dibuang ke Belanda lalu pergi ke Jerman, Rusia, Cina, menyelundup ke Filipina, Singapura, Myanmar, hingga kembali ke Indonesia. yang menarik, Tan Malaka tidak hanya menceritakan perjalanannya tapi juga kondisi di negeri-negeri yang disinggahinya. seperti tentang perjuangan Jose Rizal di Filipina, pandangannya tentang Sun Man (Sun Yat Sen) di Cina, tentang Stalin, Lenin, dan Trotsky di Rusia, hingga (di Indonesia) ketidaksetujuannya dengan Soekarno-Hatta yang memilih bekerja sama dengan Jepang saat masa pendudukan. Dalam buku ini, kedua jilid tersebut dirangkum menjadi satu. Meski berada di balik jeruji, Tan Malaka tetap berusaha "mendobrak" semangat perjuangan rakyat Indonesia. Baginya, barangsiapa yang ingin menikmati hakikat kemerdekaan secara utuh, maka harus ikhlas dan tulus menjalani pahit serta getirnya hidup terpenjara. Tan Malaka menghabiskan hidupnya sebagai pelarian politik. Sepanjang hayat ia habiskan hidupnya untuk cita-cita republik Indonesia, tetapi akhirnya mati di tangan bangsa sendiri. Buku Dari Penjara ke Penjara yang ditulis tahun 1948 ini ditahbiskan oleh majalah Tempo sebagai salah satu buku yang paling berpengaruh atau memberikan kontribusi terhadap gagasan kebangsaan.
520 # # $a “Buku ini saya beri nama Dari Penjara ke Penjara. Memang saya rasa ada hubungan antara penjara dengan kemerdekaan sejati. Barangsiapa yang mengkehendaki kemerdekaan buat umum, maka ia harus sedia dan ikhlas untuk menderita kehilangan kemerdekaan diri (nya) sendiri.” -Tan Malaka. Tan Malaka menulis buku Dari Penjara ke Penjara dalam dua jilid terpisah. Jilid pertama menuturkan tentang pergulatannya di penjara Hindia-Belanda dan Filipina. Sedang jilid kedua menceritakan tentang "perjalanan"-nya dari Shanghai, Hongkong, hingga kembali ke tanah air. Buku yang ditulis oleh Tan Malaka dan berkisah soal perjalanan hidupnya mulai dari sekolah di Belanda, pulang ke Deli dan Semarang, dibuang ke Belanda lalu pergi ke Jerman, Rusia, Cina, menyelundup ke Filipina, Singapura, Myanmar, hingga kembali ke Indonesia. yang menarik, Tan Malaka tidak hanya menceritakan perjalanannya tapi juga kondisi di negeri-negeri yang disinggahinya. seperti tentang perjuangan Jose Rizal di Filipina, pandangannya tentang Sun Man (Sun Yat Sen) di Cina, tentang Stalin, Lenin, dan Trotsky di Rusia, hingga (di Indonesia) ketidaksetujuannya dengan Soekarno-Hatta yang memilih bekerja sama dengan Jepang saat masa pendudukan. Dalam buku ini, kedua jilid tersebut dirangkum menjadi satu. Meski berada di balik jeruji, Tan Malaka tetap berusaha "mendobrak" semangat perjuangan rakyat Indonesia. Baginya, barangsiapa yang ingin menikmati hakikat kemerdekaan secara utuh, maka harus ikhlas dan tulus menjalani pahit serta getirnya hidup terpenjara. Tan Malaka menghabiskan hidupnya sebagai pelarian politik. Sepanjang hayat ia habiskan hidupnya untuk cita-cita republik Indonesia, tetapi akhirnya mati di tangan bangsa sendiri. Buku Dari Penjara ke Penjara yang ditulis tahun 1948 ini ditahbiskan oleh majalah Tempo sebagai salah satu buku yang paling berpengaruh atau memberikan kontribusi terhadap gagasan kebangsaan.
650 # 4 $a Ilmu Politik
990 # # $a S/01312/1/01312
990 # # $a S/01313/1/01313
990 # # $a S/11119/1/11119
990 # # $a S/11212/1/11212
Content Unduh katalog