Cite This        Tampung        Export Record
Judul IKAGAI : Rahasia Hidup Bahagia dan Panjang Umur Orang Jepang
Pengarang Garcia, Hector
Francesc Miralles
Krisnadi Yuliawan (penerjemah)
Ratih Ramadyawati (penyunting)
EDISI cet. 2
Penerbitan Jakarta : renebook, 2019
Deskripsi Fisik 232 hlm ;21 cm
ISBN 9786021201800
Subjek Kebahagiaan
Orang Jepang--Kehidupan sosial dan adat
Abstrak Tahukah Anda? Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Negara Jepang memiliki tingkat harapan hidup tertinggi dibandingkan Negara lain. Bahkan, banyak penduduk Jepang yang berusia 100 tahun atau lebih yang sering kita sebut juga centenarian dan supercentenarian. Apakah Anda tahu apa itu Centenarian? Centenarian adalah seseorang yang hidup berumur 100 tahun. Sedangkan, Supercentenarian adalah orang yang hidup hingga usia 110 atau lebih. Hal ini terbukti dari piramida penduduk jepang. Jepang memiliki piramida kontruktif. Dimana dalam piramida kontruktif, penduduk yang berada dalam kelompok muda berjumlah sedikit dengan tingkat kelahiran yang menurun dan angka kematian yang rendah. Mengapa Negara Jepang dapat diklaim sebagai negara dengan tingkat harapan hidup tertinggi? Ternyata, Ikigai lah rahasianya. Sebuah konsep dari Jepang yang menawarkan kebahagiaan. Ikigai adalah alasan manusia untuk hidup. Sekilas mirip dengan Logoterapi, mazhab psikologi yang dipelopori oleh Victor Frankl. Pasien didorong untuk secara sadar menemukan tujuan hidup mereka dalam menghadapi neurosis. Dalam Logoterapi sering dibahas mengenai frustasi eksistensial yang menurut Frankl muncul saat hidup tidak memiliki tujuan atau tidak terarah. Logoterapi diperlukan jika ada individu yang memerlukan bimbingan untuk menemukan tujuan hidup dan mengatasi konflik yang muncul, agar individu tersebut dapat terus bergerak menuju tujuannya. Sayangnya, logoterapi tidak terlalu laku di kalangan praktisi terapis. Di saat yang sama ketika logoterapi muncul, Shoma Morita menciptakan terapi Morita. Terapi yang berpusat pada tujuan dan mengajari pasien agar menerima emosi tanpa berusaha mengendalikannya. Kedua terapi tersebut memiliki misi yang sama. Yaitu misi menemukan Ikigai.
Catatan Tahukah Anda? Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Negara Jepang memiliki tingkat harapan hidup tertinggi dibandingkan Negara lain. Bahkan, banyak penduduk Jepang yang berusia 100 tahun atau lebih yang sering kita sebut juga centenarian dan supercentenarian. Apakah Anda tahu apa itu Centenarian? Centenarian adalah seseorang yang hidup berumur 100 tahun. Sedangkan, Supercentenarian adalah orang yang hidup hingga usia 110 atau lebih. Hal ini terbukti dari piramida penduduk jepang. Jepang memiliki piramida kontruktif. Dimana dalam piramida kontruktif, penduduk yang berada dalam kelompok muda berjumlah sedikit dengan tingkat kelahiran yang menurun dan angka kematian yang rendah. Mengapa Negara Jepang dapat diklaim sebagai negara dengan tingkat harapan hidup tertinggi? Ternyata, Ikigai lah rahasianya. Sebuah konsep dari Jepang yang menawarkan kebahagiaan. Ikigai adalah alasan manusia untuk hidup. Sekilas mirip dengan Logoterapi, mazhab psikologi yang dipelopori oleh Victor Frankl. Pasien didorong untuk secara sadar menemukan tujuan hidup mereka dalam menghadapi neurosis. Dalam Logoterapi sering dibahas mengenai frustasi eksistensial yang menurut Frankl muncul saat hidup tidak memiliki tujuan atau tidak terarah. Logoterapi diperlukan jika ada individu yang memerlukan bimbingan untuk menemukan tujuan hidup dan mengatasi konflik yang muncul, agar individu tersebut dapat terus bergerak menuju tujuannya. Sayangnya, logoterapi tidak terlalu laku di kalangan praktisi terapis. Di saat yang sama ketika logoterapi muncul, Shoma Morita menciptakan terapi Morita. Terapi yang berpusat pada tujuan dan mengajari pasien agar menerima emosi tanpa berusaha mengendalikannya. Kedua terapi tersebut memiliki misi yang sama. Yaitu misi menemukan Ikigai.
Bahasa Indonesia
Bentuk Karya Bukan fiksi atau tidak didefinisikan
Target Pembaca Umum

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
S/04518/1/04518 S 158.13 GAR i Dapat dipinjam Thursina IIBS Kampus 2 - IRC Tersedia
S/04520/1/04520 S 158.13 GAR i Dapat dipinjam Thursina IIBS Kampus 1 - IRC Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000003176
005 20220104103922
007 ta
008 220104################g##########0#ind##
020 # # $a 9786021201800
035 # # $a 0010-0122000051
082 # # $a 158.13
084 # # $a S 158.13 GAR i
100 1 # $a Garcia, Hector
245 1 # $a IKAGAI : $b Rahasia Hidup Bahagia dan Panjang Umur Orang Jepang
250 # # $a cet. 2
260 # # $a Jakarta :$b renebook,$c 2019
300 # # $a 232 hlm ; $c 21 cm
500 # # $a Tahukah Anda? Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Negara Jepang memiliki tingkat harapan hidup tertinggi dibandingkan Negara lain. Bahkan, banyak penduduk Jepang yang berusia 100 tahun atau lebih yang sering kita sebut juga centenarian dan supercentenarian. Apakah Anda tahu apa itu Centenarian? Centenarian adalah seseorang yang hidup berumur 100 tahun. Sedangkan, Supercentenarian adalah orang yang hidup hingga usia 110 atau lebih. Hal ini terbukti dari piramida penduduk jepang. Jepang memiliki piramida kontruktif. Dimana dalam piramida kontruktif, penduduk yang berada dalam kelompok muda berjumlah sedikit dengan tingkat kelahiran yang menurun dan angka kematian yang rendah. Mengapa Negara Jepang dapat diklaim sebagai negara dengan tingkat harapan hidup tertinggi? Ternyata, Ikigai lah rahasianya. Sebuah konsep dari Jepang yang menawarkan kebahagiaan. Ikigai adalah alasan manusia untuk hidup. Sekilas mirip dengan Logoterapi, mazhab psikologi yang dipelopori oleh Victor Frankl. Pasien didorong untuk secara sadar menemukan tujuan hidup mereka dalam menghadapi neurosis. Dalam Logoterapi sering dibahas mengenai frustasi eksistensial yang menurut Frankl muncul saat hidup tidak memiliki tujuan atau tidak terarah. Logoterapi diperlukan jika ada individu yang memerlukan bimbingan untuk menemukan tujuan hidup dan mengatasi konflik yang muncul, agar individu tersebut dapat terus bergerak menuju tujuannya. Sayangnya, logoterapi tidak terlalu laku di kalangan praktisi terapis. Di saat yang sama ketika logoterapi muncul, Shoma Morita menciptakan terapi Morita. Terapi yang berpusat pada tujuan dan mengajari pasien agar menerima emosi tanpa berusaha mengendalikannya. Kedua terapi tersebut memiliki misi yang sama. Yaitu misi menemukan Ikigai.
520 # # $a Tahukah Anda? Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Negara Jepang memiliki tingkat harapan hidup tertinggi dibandingkan Negara lain. Bahkan, banyak penduduk Jepang yang berusia 100 tahun atau lebih yang sering kita sebut juga centenarian dan supercentenarian. Apakah Anda tahu apa itu Centenarian? Centenarian adalah seseorang yang hidup berumur 100 tahun. Sedangkan, Supercentenarian adalah orang yang hidup hingga usia 110 atau lebih. Hal ini terbukti dari piramida penduduk jepang. Jepang memiliki piramida kontruktif. Dimana dalam piramida kontruktif, penduduk yang berada dalam kelompok muda berjumlah sedikit dengan tingkat kelahiran yang menurun dan angka kematian yang rendah. Mengapa Negara Jepang dapat diklaim sebagai negara dengan tingkat harapan hidup tertinggi? Ternyata, Ikigai lah rahasianya. Sebuah konsep dari Jepang yang menawarkan kebahagiaan. Ikigai adalah alasan manusia untuk hidup. Sekilas mirip dengan Logoterapi, mazhab psikologi yang dipelopori oleh Victor Frankl. Pasien didorong untuk secara sadar menemukan tujuan hidup mereka dalam menghadapi neurosis. Dalam Logoterapi sering dibahas mengenai frustasi eksistensial yang menurut Frankl muncul saat hidup tidak memiliki tujuan atau tidak terarah. Logoterapi diperlukan jika ada individu yang memerlukan bimbingan untuk menemukan tujuan hidup dan mengatasi konflik yang muncul, agar individu tersebut dapat terus bergerak menuju tujuannya. Sayangnya, logoterapi tidak terlalu laku di kalangan praktisi terapis. Di saat yang sama ketika logoterapi muncul, Shoma Morita menciptakan terapi Morita. Terapi yang berpusat pada tujuan dan mengajari pasien agar menerima emosi tanpa berusaha mengendalikannya. Kedua terapi tersebut memiliki misi yang sama. Yaitu misi menemukan Ikigai.
650 # 4 $a Kebahagiaan
650 # 4 $a Orang Jepang--Kehidupan sosial dan adat
700 0 # $a Francesc Miralles
700 0 # $a Krisnadi Yuliawan (penerjemah)
700 0 # $a Ratih Ramadyawati (penyunting)
990 # # $a S/04518/1/04518
990 # # $a S/04520/1/04520
Content Unduh katalog