Cite This        Tampung        Export Record
Judul Biografi Utsman Bin Affan / Prof. DR. Ali Muhammad Ash-Shallabi ; penerjemah, Masturi Irham, Lc & Malik Supar ; editor, Artawijaya
Pengarang Ash-Shallabi, Ali Muhammad, 1963- (pengarang)
Masturi Irham (penerjemah)
Malik Supar (penerjemah)
Artawijaya (editor)
EDISI Cetakan Ketujuh, Desember 2020
Penerbitan Jakarta : Pustaka Al-Kautsar, 2013
Deskripsi Fisik xliv+608 hlm ;24,5 cm
ISBN 9789795926177
Subjek Sahabat nabi
Usman bin Affan r.a
Abstrak Utsman bin Affan Radhiyallahu Anhu adalah sosok Khulafa Ar-Rasyidun, yang dipilih dan dibaiat pasca meninggalnya Umar bin Al-Khathab Radhiyallahu Anhu. Ia sosok yang sangt istimewa, karena menjadi menantu dari dua putri Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam; Ummu Kultsum dan Ruqayyah Radhiyallahu Anhuma. Dialah satu-satunya sahabat yang menikah dengan dua putri Rasulullah, sehingga mendapat julukan "Dzunnurain" (Lelaki yang Memiliki Dua Cahaya). Rasulullah begitu sangat menghargai sosok sahabat ini, sehingga pada suatu ketika, ketika Utsman masuk untuk menemuinya, betis Rasululllah yang tersingkap segera beliau tutupi. Kepada Aisyah beliau mengatakan, "Sesungguhnya aku malu kepada orang yang para malaikat pun malu kepadanya." Atau dalam hadits lain, beliau mengatakan, "Yang paling mempunyai sifat pemalu adalah Utsman." Utsman bin Affan dikenal sebagai khalifah yang tajir dan dermawan. Hartanya yang melimpah ia gunakan berjihad di jalan Allah. Ia menjadi donatur kaum muslimin dalam beberapa peperangan, juga menjadi donatur dalam memenuhi segala kebutuhan dan fasilitas yang dikhidmatkan buat umat Islam. Setelah Perang Tabuk, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, "Apa-apa yang dilakukan Utsman setelah ini tidak mengapa (dimaafkan dosa-dosanya)." Begitu cintanya Rasulullah kepada sosok Utsman, maka ketika Utsman dikirim sebagai delegasi kaum Muslimin untuk menemui para pemuka Quraisy di Makkah, kemudian tersiar kabar bahwa dirinya dibunuh, Rasulullah segera mengumpulkan para sahabat untuk melakukan baiat agar para sahabat tetap tegar dan berjuang untuk melawan kaum kafir Quraisy. "Ini adalah yangan Utsman," ujar Rasulullah sambil memukulkan telapak tangan kanannya ke atas tangan kirinya. Baiat tersebut kemudian diikuti oleh sekitar 1.400 sahabat, yang siap membela kehormatan Utsman bin Affan. Baiat itu kemudian dikenal sebagai "Baiatur Ridhwan." Utsman bin Affan adalah sosok yang santun, lembut dan penyabar. Sifat inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh para pemberontak, baik dari kaum munafik maupun para pengikut Ibnu Saba untuk menebar fitnah dan melakukan pergolakan pada masa pemerintahan Utsman. Utsman dengan kesabaran dan kecerdikannya tidak terpancing dengan berbagai aksi provokasi tersebut, semata-mata ia tidak ingin menumpahkan darah dan tidak ingin terjadi huru hara yang lebih besar lagi. Utsman mengetahui peristiwa yang akan menimpanya, pemberontakan dan pembunuhannya, yang sudah diprediksi dan disampaikan oleh Rasulullah kepadanya. Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang selamat dari tiga hal, maka sesungguhnya dia selamat (beliau menyebutnya tiga kali); Kematianku, Dajjal dan pembunuhan terhadap khalifah yang sabar dengan kebenaran dan menyampaikannya." Pembunuhan terhadap khalifah yang sabar yang dimaksud adalah Utsman bin Affan Radhiyallahu Anhu.
Catatan Judul asli : Sirah Amirul Mukminin Utsman Ibn Affan Syakhshiyatuhu wa ashrahu Bibliografi : halaman 603-608
Bahasa Indonesia
Bentuk Karya Bukan fiksi atau tidak didefinisikan
Target Pembaca Umum

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
S/05284/1/05284 S 297.923 ASH b Dapat dipinjam Thursina IIBS Kampus 2 - IRC Tersedia
S/10936/1/10936 S 297.923 ASH b Dapat dipinjam Thursina IIBS Kampus 1 - IRC Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000003586
005 20221123095453
007 ta
008 221123################g##########0#ind##
020 # # $a 9789795926177
035 # # $a 0010-1122000108
082 # # $a 297.923
084 # # $a S 297.923 ASH b
100 1 # $a Ash-Shallabi, Ali Muhammad, 1963- (pengarang)
245 1 # $a Biografi Utsman Bin Affan /$c Prof. DR. Ali Muhammad Ash-Shallabi ; penerjemah, Masturi Irham, Lc & Malik Supar ; editor, Artawijaya
250 # # $a Cetakan Ketujuh, Desember 2020
260 # # $a Jakarta :$b Pustaka Al-Kautsar,$c 2013
300 # # $a xliv+608 hlm ; $c 24,5 cm
500 # # $a Judul asli : Sirah Amirul Mukminin Utsman Ibn Affan Syakhshiyatuhu wa ashrahu Bibliografi : halaman 603-608
520 # # $a Utsman bin Affan Radhiyallahu Anhu adalah sosok Khulafa Ar-Rasyidun, yang dipilih dan dibaiat pasca meninggalnya Umar bin Al-Khathab Radhiyallahu Anhu. Ia sosok yang sangt istimewa, karena menjadi menantu dari dua putri Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam; Ummu Kultsum dan Ruqayyah Radhiyallahu Anhuma. Dialah satu-satunya sahabat yang menikah dengan dua putri Rasulullah, sehingga mendapat julukan "Dzunnurain" (Lelaki yang Memiliki Dua Cahaya). Rasulullah begitu sangat menghargai sosok sahabat ini, sehingga pada suatu ketika, ketika Utsman masuk untuk menemuinya, betis Rasululllah yang tersingkap segera beliau tutupi. Kepada Aisyah beliau mengatakan, "Sesungguhnya aku malu kepada orang yang para malaikat pun malu kepadanya." Atau dalam hadits lain, beliau mengatakan, "Yang paling mempunyai sifat pemalu adalah Utsman." Utsman bin Affan dikenal sebagai khalifah yang tajir dan dermawan. Hartanya yang melimpah ia gunakan berjihad di jalan Allah. Ia menjadi donatur kaum muslimin dalam beberapa peperangan, juga menjadi donatur dalam memenuhi segala kebutuhan dan fasilitas yang dikhidmatkan buat umat Islam. Setelah Perang Tabuk, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, "Apa-apa yang dilakukan Utsman setelah ini tidak mengapa (dimaafkan dosa-dosanya)." Begitu cintanya Rasulullah kepada sosok Utsman, maka ketika Utsman dikirim sebagai delegasi kaum Muslimin untuk menemui para pemuka Quraisy di Makkah, kemudian tersiar kabar bahwa dirinya dibunuh, Rasulullah segera mengumpulkan para sahabat untuk melakukan baiat agar para sahabat tetap tegar dan berjuang untuk melawan kaum kafir Quraisy. "Ini adalah yangan Utsman," ujar Rasulullah sambil memukulkan telapak tangan kanannya ke atas tangan kirinya. Baiat tersebut kemudian diikuti oleh sekitar 1.400 sahabat, yang siap membela kehormatan Utsman bin Affan. Baiat itu kemudian dikenal sebagai "Baiatur Ridhwan." Utsman bin Affan adalah sosok yang santun, lembut dan penyabar. Sifat inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh para pemberontak, baik dari kaum munafik maupun para pengikut Ibnu Saba untuk menebar fitnah dan melakukan pergolakan pada masa pemerintahan Utsman. Utsman dengan kesabaran dan kecerdikannya tidak terpancing dengan berbagai aksi provokasi tersebut, semata-mata ia tidak ingin menumpahkan darah dan tidak ingin terjadi huru hara yang lebih besar lagi. Utsman mengetahui peristiwa yang akan menimpanya, pemberontakan dan pembunuhannya, yang sudah diprediksi dan disampaikan oleh Rasulullah kepadanya. Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang selamat dari tiga hal, maka sesungguhnya dia selamat (beliau menyebutnya tiga kali); Kematianku, Dajjal dan pembunuhan terhadap khalifah yang sabar dengan kebenaran dan menyampaikannya." Pembunuhan terhadap khalifah yang sabar yang dimaksud adalah Utsman bin Affan Radhiyallahu Anhu.
600 # 4 $a Usman bin Affan r.a
650 # 4 $a Sahabat nabi
700 0 # $a Artawijaya (editor)
700 0 # $a Malik Supar (penerjemah)
700 0 # $a Masturi Irham (penerjemah)
990 # # $a S/05284/1/05284
990 # # $a S/10936/1/10936
Content Unduh katalog