
| Judul | Mereka yang Tak Pernah Mati |
| Pengarang | Nadjib, Emha Ainun |
| Penerbitan | Sleman : Bentang Pustaka, 2022 |
| Deskripsi Fisik | x + 262 hlm ;20.5 cm |
| ISBN | 9786022918943 |
| Subjek | Filsafat Kehidupan |
| Abstrak | Mereka yang Tak Pernah Mati adalah kisah tentang orang-orang yang patut menjadi suri tauladan. Lewat perspektif budayawan Emha Ainun Najib, kita akan belajar menjadi manusia yang lebih arif dalam berelasi dengan sesama, dan terutama menaruh hormat terbesar kepada Sang Pencipta. Manusia disayang dan dicintai oleh Penciptanya. Dia diperintahkan hidup di Bumi dengan perjanjian cinta: Allah mencintainya dan manusia juga mencintai-Nya. Mencintai Allah berarti mengarahkan hidup untuk kembali menyatu dengan-Nya. Hendak menjadi apa pun di dunia seniman, petani, pejabat, pengusaha, atau lainnya sama saja: Manusia harus mengelola seluruh faktor dalam hidup agar tiba kembali dan diterima di rumah-Nya. Akan tetapi, cara Allah menunjukkan cinta kepada hamba pilihan-Nya bisa dalam macam-macam rupa, dan terkadang seperti siksaan bagi jasad fana ini. Padahal bisa jadi Allah sedang menjaga manusia pilihan itu dengan memagarinya dari berbagai kemungkinan buruk. |
| Catatan | Mereka yang Tak Pernah Mati adalah kisah tentang orang-orang yang patut menjadi suri tauladan. Lewat perspektif budayawan Emha Ainun Najib, kita akan belajar menjadi manusia yang lebih arif dalam berelasi dengan sesama, dan terutama menaruh hormat terbesar kepada Sang Pencipta. Manusia disayang dan dicintai oleh Penciptanya. Dia diperintahkan hidup di Bumi dengan perjanjian cinta: Allah mencintainya dan manusia juga mencintai-Nya. Mencintai Allah berarti mengarahkan hidup untuk kembali menyatu dengan-Nya. Hendak menjadi apa pun di dunia seniman, petani, pejabat, pengusaha, atau lainnya sama saja: Manusia harus mengelola seluruh faktor dalam hidup agar tiba kembali dan diterima di rumah-Nya. Akan tetapi, cara Allah menunjukkan cinta kepada hamba pilihan-Nya bisa dalam macam-macam rupa, dan terkadang seperti siksaan bagi jasad fana ini. Padahal bisa jadi Allah sedang menjaga manusia pilihan itu dengan memagarinya dari berbagai kemungkinan buruk. |
| Bahasa | Indonesia |
| Bentuk Karya | Bukan fiksi atau tidak didefinisikan |
| Target Pembaca | Umum |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| S/05750/1/05750 | S 128 NAD m | Dapat dipinjam | Thursina IIBS Kampus 1 - IRC | Tersedia |
| S/05751/1/05751 | S 128 NAD m | Dapat dipinjam | Thursina IIBS Kampus 1 - IRC | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000000003828 | ||
| 005 | 20221208091014 | ||
| 007 | ta | ||
| 008 | 221208################g##########0#ind## | ||
| 020 | # | # | $a 9786022918943 |
| 035 | # | # | $a 0010-1222000184 |
| 082 | # | # | $a 128 |
| 084 | # | # | $a S 128 NAD m |
| 100 | 1 | # | $a Nadjib, Emha Ainun |
| 245 | 1 | # | $a Mereka yang Tak Pernah Mati |
| 260 | # | # | $a Sleman :$b Bentang Pustaka,$c 2022 |
| 300 | # | # | $a x + 262 hlm ; $c 20.5 cm |
| 500 | # | # | $a Mereka yang Tak Pernah Mati adalah kisah tentang orang-orang yang patut menjadi suri tauladan. Lewat perspektif budayawan Emha Ainun Najib, kita akan belajar menjadi manusia yang lebih arif dalam berelasi dengan sesama, dan terutama menaruh hormat terbesar kepada Sang Pencipta. Manusia disayang dan dicintai oleh Penciptanya. Dia diperintahkan hidup di Bumi dengan perjanjian cinta: Allah mencintainya dan manusia juga mencintai-Nya. Mencintai Allah berarti mengarahkan hidup untuk kembali menyatu dengan-Nya. Hendak menjadi apa pun di dunia seniman, petani, pejabat, pengusaha, atau lainnya sama saja: Manusia harus mengelola seluruh faktor dalam hidup agar tiba kembali dan diterima di rumah-Nya. Akan tetapi, cara Allah menunjukkan cinta kepada hamba pilihan-Nya bisa dalam macam-macam rupa, dan terkadang seperti siksaan bagi jasad fana ini. Padahal bisa jadi Allah sedang menjaga manusia pilihan itu dengan memagarinya dari berbagai kemungkinan buruk. |
| 520 | # | # | $a Mereka yang Tak Pernah Mati adalah kisah tentang orang-orang yang patut menjadi suri tauladan. Lewat perspektif budayawan Emha Ainun Najib, kita akan belajar menjadi manusia yang lebih arif dalam berelasi dengan sesama, dan terutama menaruh hormat terbesar kepada Sang Pencipta. Manusia disayang dan dicintai oleh Penciptanya. Dia diperintahkan hidup di Bumi dengan perjanjian cinta: Allah mencintainya dan manusia juga mencintai-Nya. Mencintai Allah berarti mengarahkan hidup untuk kembali menyatu dengan-Nya. Hendak menjadi apa pun di dunia seniman, petani, pejabat, pengusaha, atau lainnya sama saja: Manusia harus mengelola seluruh faktor dalam hidup agar tiba kembali dan diterima di rumah-Nya. Akan tetapi, cara Allah menunjukkan cinta kepada hamba pilihan-Nya bisa dalam macam-macam rupa, dan terkadang seperti siksaan bagi jasad fana ini. Padahal bisa jadi Allah sedang menjaga manusia pilihan itu dengan memagarinya dari berbagai kemungkinan buruk. |
| 650 | # | 4 | $a Filsafat Kehidupan |
| 990 | # | # | $a S/05750/1/05750 |
| 990 | # | # | $a S/05751/1/05751 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :