
| Judul | Makrifat Pagi : Percik Embun Spiritualitas di Terik Republik / Yudi Latif |
| Pengarang | Latif, Yudi |
| Penerbitan | Bandung : Mizan, 2018 |
| Deskripsi Fisik | x + 362 hlm ;21 cm |
| ISBN | 9786024410476 |
| Subjek | Filsafat Kehidupan |
| Abstrak | Buku ini berisi kumpulan-kumpulan puisi dari penyair ternama. Melebur dengan alam, menyegarkannya, dan memuai menembus langit makrifat. Kita pun "bermikraj" menghampiri Tuhan. Sapalah pagi dengan senyuman. Mulai hari dengan nyanyian. Seperti burung, rayakan sinar mentari dengan kicau keriangan. Tuntunan kejernihan hati bisa kita temukan dari guru-guru kearifan. Seperti tetes-tetes permenungan, Makrifat Pagi ini yang banyak menghirup inspirasi dari lirik-lirik puitis Jalaluddin Rumi, Al-Ghazali, Kahlil Gibran, Deepak Chopra, dan sederet rohaniawan serta guru-guru kemanusiaan lainnya. Semoga di tengah terik Republik, rongga jiwa kita masih bisa disegarkan percik embun spiritualitas dalam relasi ketuhanan, kemanusiaan, dan kealaman agar bisa menghikmati setiap dengus napas kehidupan kita secara lebih bermakna, mendekati kebahagiaan terluhur. Buku ini dapat dibaca oleh semua orang yang ingin mendapatkan inspirasi dari berbagai puisi yang dibuat oleh orang-orang ternama. |
| Catatan | Buku ini berisi kumpulan-kumpulan puisi dari penyair ternama. Melebur dengan alam, menyegarkannya, dan memuai menembus langit makrifat. Kita pun "bermikraj" menghampiri Tuhan. Sapalah pagi dengan senyuman. Mulai hari dengan nyanyian. Seperti burung, rayakan sinar mentari dengan kicau keriangan. Tuntunan kejernihan hati bisa kita temukan dari guru-guru kearifan. Seperti tetes-tetes permenungan, Makrifat Pagi ini yang banyak menghirup inspirasi dari lirik-lirik puitis Jalaluddin Rumi, Al-Ghazali, Kahlil Gibran, Deepak Chopra, dan sederet rohaniawan serta guru-guru kemanusiaan lainnya. Semoga di tengah terik Republik, rongga jiwa kita masih bisa disegarkan percik embun spiritualitas dalam relasi ketuhanan, kemanusiaan, dan kealaman agar bisa menghikmati setiap dengus napas kehidupan kita secara lebih bermakna, mendekati kebahagiaan terluhur. Buku ini dapat dibaca oleh semua orang yang ingin mendapatkan inspirasi dari berbagai puisi yang dibuat oleh orang-orang ternama. |
| Bahasa | Indonesia |
| Bentuk Karya | Bukan fiksi atau tidak didefinisikan |
| Target Pembaca | Umum |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| S/06348/1/06348 | S 128 LAT m | Dapat dipinjam | Thursina IIBS Kampus 1 - IRC | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000000004262 | ||
| 005 | 20231122104350 | ||
| 007 | ta | ||
| 008 | 231122################g##########0#ind## | ||
| 020 | # | # | $a 9786024410476 |
| 035 | # | # | $a 0010-1123000082 |
| 082 | # | # | $a 128 |
| 084 | # | # | $a S 128 LAT m |
| 100 | 1 | # | $a Latif, Yudi |
| 245 | 1 | # | $a Makrifat Pagi : $b Percik Embun Spiritualitas di Terik Republik /$c Yudi Latif |
| 260 | # | # | $a Bandung :$b Mizan,$c 2018 |
| 300 | # | # | $a x + 362 hlm ; $c 21 cm |
| 500 | # | # | $a Buku ini berisi kumpulan-kumpulan puisi dari penyair ternama. Melebur dengan alam, menyegarkannya, dan memuai menembus langit makrifat. Kita pun "bermikraj" menghampiri Tuhan. Sapalah pagi dengan senyuman. Mulai hari dengan nyanyian. Seperti burung, rayakan sinar mentari dengan kicau keriangan. Tuntunan kejernihan hati bisa kita temukan dari guru-guru kearifan. Seperti tetes-tetes permenungan, Makrifat Pagi ini yang banyak menghirup inspirasi dari lirik-lirik puitis Jalaluddin Rumi, Al-Ghazali, Kahlil Gibran, Deepak Chopra, dan sederet rohaniawan serta guru-guru kemanusiaan lainnya. Semoga di tengah terik Republik, rongga jiwa kita masih bisa disegarkan percik embun spiritualitas dalam relasi ketuhanan, kemanusiaan, dan kealaman agar bisa menghikmati setiap dengus napas kehidupan kita secara lebih bermakna, mendekati kebahagiaan terluhur. Buku ini dapat dibaca oleh semua orang yang ingin mendapatkan inspirasi dari berbagai puisi yang dibuat oleh orang-orang ternama. |
| 520 | # | # | $a Buku ini berisi kumpulan-kumpulan puisi dari penyair ternama. Melebur dengan alam, menyegarkannya, dan memuai menembus langit makrifat. Kita pun "bermikraj" menghampiri Tuhan. Sapalah pagi dengan senyuman. Mulai hari dengan nyanyian. Seperti burung, rayakan sinar mentari dengan kicau keriangan. Tuntunan kejernihan hati bisa kita temukan dari guru-guru kearifan. Seperti tetes-tetes permenungan, Makrifat Pagi ini yang banyak menghirup inspirasi dari lirik-lirik puitis Jalaluddin Rumi, Al-Ghazali, Kahlil Gibran, Deepak Chopra, dan sederet rohaniawan serta guru-guru kemanusiaan lainnya. Semoga di tengah terik Republik, rongga jiwa kita masih bisa disegarkan percik embun spiritualitas dalam relasi ketuhanan, kemanusiaan, dan kealaman agar bisa menghikmati setiap dengus napas kehidupan kita secara lebih bermakna, mendekati kebahagiaan terluhur. Buku ini dapat dibaca oleh semua orang yang ingin mendapatkan inspirasi dari berbagai puisi yang dibuat oleh orang-orang ternama. |
| 650 | # | 4 | $a Filsafat Kehidupan |
| 990 | # | # | $a S/06348/1/06348 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :