Cite This        Tampung        Export Record
Judul Tuhan Ada di Hatimu : Tak di Ka'bah, di Vatikan, atau di Tembok Ratapan / Husein Ja'far Al- Hadar
Pengarang Al Hadar, Husein Ja'Far
EDISI cet. 6
Penerbitan Jakarta Selatan : Noura Books, 2025
Deskripsi Fisik 235 hlm :ill; tab ;21 cm
ISBN 9786232423534
Subjek Agama Islam
Abstrak Di masa kini kata hijrah seakan menjadi hal yang ‘latah’ dalam kehidupan sehari-hari. Akhir-akhir ini kita dapati hijrah menjadi sesuatu yang sangat populer di masyarakat Muslim Indonesia. Namun kadang hijrah yang dimaksud dan dijalankan oleh sebagian orang hanya bersifat hukum saja, hanya meliputi aspek-aspek ritual saja. Misalnya, mereka melakukan hijrah dari sebelumnya tidak berkerudung menjadi berkerudung, dari yang tak rajin shalat menjadi rajin shalat. Dalam Islam, hijrah itu doktrin yang sangat penting dan maknanya begitu luas dan mendalam. Mencakup seluruh aspek kehidupan kita. Minimal ada empat aspek yang harus dilakukan oleh umat Islam berkomitmen untuk hijrah. Pertama aspek spiritual atau sufistik-tasawuf, kedua aspek kultural, ketiga aspek filosofis, dan keempat aspek sosial. Rumi berkata, “Dulu aku mencari Tuhan di masjid namun tidak kutemukan Tuhan di sana. Aku beralih ke gereja, aku juga tidak menemukan Tuhan di sana. Aku beralih dari tempat ibadah yang satu ke tempat ibadah yang lain namun aku tidak menemukan Tuhan di sana. Justru aku menemukan Tuhanku ketika aku menengok ke dalam diriku sendiri, ketika merenungkan tentang samudera diri ini.”
Catatan Di masa kini kata hijrah seakan menjadi hal yang ‘latah’ dalam kehidupan sehari-hari. Akhir-akhir ini kita dapati hijrah menjadi sesuatu yang sangat populer di masyarakat Muslim Indonesia. Namun kadang hijrah yang dimaksud dan dijalankan oleh sebagian orang hanya bersifat hukum saja, hanya meliputi aspek-aspek ritual saja. Misalnya, mereka melakukan hijrah dari sebelumnya tidak berkerudung menjadi berkerudung, dari yang tak rajin shalat menjadi rajin shalat. Dalam Islam, hijrah itu doktrin yang sangat penting dan maknanya begitu luas dan mendalam. Mencakup seluruh aspek kehidupan kita. Minimal ada empat aspek yang harus dilakukan oleh umat Islam berkomitmen untuk hijrah. Pertama aspek spiritual atau sufistik-tasawuf, kedua aspek kultural, ketiga aspek filosofis, dan keempat aspek sosial. Rumi berkata, “Dulu aku mencari Tuhan di masjid namun tidak kutemukan Tuhan di sana. Aku beralih ke gereja, aku juga tidak menemukan Tuhan di sana. Aku beralih dari tempat ibadah yang satu ke tempat ibadah yang lain namun aku tidak menemukan Tuhan di sana. Justru aku menemukan Tuhanku ketika aku menengok ke dalam diriku sendiri, ketika merenungkan tentang samudera diri ini.”
Bahasa Indonesia
Bentuk Karya Bukan fiksi atau tidak didefinisikan
Target Pembaca Umum

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
S/09998/1/09998 S 297.5 AL t Dapat dipinjam Thursina IIBS Kampus 1 - IRC Tersedia
S/10114/1/10114 S 297.5 ALH t Dapat dipinjam Thursina IIBS Kampus 2 - IRC Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000006103
005 20250830102046
007 ta
008 250830################g##########0#ind##
020 # # $a 9786232423534
035 # # $a 0010-0825000171
082 # # $a 297.5
084 # # $a S 297.5 ALH t
100 1 # $a Al Hadar, Husein Ja'Far
245 1 # $a Tuhan Ada di Hatimu : $b Tak di Ka'bah, di Vatikan, atau di Tembok Ratapan /$c Husein Ja'far Al- Hadar
250 # # $a cet. 6
260 # # $a Jakarta Selatan :$b Noura Books,$c 2025
300 # # $a 235 hlm : $b ill; tab ; $c 21 cm
500 # # $a Di masa kini kata hijrah seakan menjadi hal yang ‘latah’ dalam kehidupan sehari-hari. Akhir-akhir ini kita dapati hijrah menjadi sesuatu yang sangat populer di masyarakat Muslim Indonesia. Namun kadang hijrah yang dimaksud dan dijalankan oleh sebagian orang hanya bersifat hukum saja, hanya meliputi aspek-aspek ritual saja. Misalnya, mereka melakukan hijrah dari sebelumnya tidak berkerudung menjadi berkerudung, dari yang tak rajin shalat menjadi rajin shalat. Dalam Islam, hijrah itu doktrin yang sangat penting dan maknanya begitu luas dan mendalam. Mencakup seluruh aspek kehidupan kita. Minimal ada empat aspek yang harus dilakukan oleh umat Islam berkomitmen untuk hijrah. Pertama aspek spiritual atau sufistik-tasawuf, kedua aspek kultural, ketiga aspek filosofis, dan keempat aspek sosial. Rumi berkata, “Dulu aku mencari Tuhan di masjid namun tidak kutemukan Tuhan di sana. Aku beralih ke gereja, aku juga tidak menemukan Tuhan di sana. Aku beralih dari tempat ibadah yang satu ke tempat ibadah yang lain namun aku tidak menemukan Tuhan di sana. Justru aku menemukan Tuhanku ketika aku menengok ke dalam diriku sendiri, ketika merenungkan tentang samudera diri ini.”
520 # # $a Di masa kini kata hijrah seakan menjadi hal yang ‘latah’ dalam kehidupan sehari-hari. Akhir-akhir ini kita dapati hijrah menjadi sesuatu yang sangat populer di masyarakat Muslim Indonesia. Namun kadang hijrah yang dimaksud dan dijalankan oleh sebagian orang hanya bersifat hukum saja, hanya meliputi aspek-aspek ritual saja. Misalnya, mereka melakukan hijrah dari sebelumnya tidak berkerudung menjadi berkerudung, dari yang tak rajin shalat menjadi rajin shalat. Dalam Islam, hijrah itu doktrin yang sangat penting dan maknanya begitu luas dan mendalam. Mencakup seluruh aspek kehidupan kita. Minimal ada empat aspek yang harus dilakukan oleh umat Islam berkomitmen untuk hijrah. Pertama aspek spiritual atau sufistik-tasawuf, kedua aspek kultural, ketiga aspek filosofis, dan keempat aspek sosial. Rumi berkata, “Dulu aku mencari Tuhan di masjid namun tidak kutemukan Tuhan di sana. Aku beralih ke gereja, aku juga tidak menemukan Tuhan di sana. Aku beralih dari tempat ibadah yang satu ke tempat ibadah yang lain namun aku tidak menemukan Tuhan di sana. Justru aku menemukan Tuhanku ketika aku menengok ke dalam diriku sendiri, ketika merenungkan tentang samudera diri ini.”
650 # 4 $a Agama Islam
990 # # $a S/09998/1/09998
990 # # $a S/10114/1/10114
Content Unduh katalog